June 30, 2007 at 8:31 am · Filed under Uncategorized
Oke. Anggap saja saya katrok, ndeso, de el el. Bukan apa-apa, hanya saja beberapa hari yang lalu saya sangat terpesona oleh sesuatu seperti ini, itu, satunya lagi, yang satunya lagi, yang laen2nya juga. Hehe.. Habisnya lucu si.. Just play it 
June 28, 2007 at 6:28 pm · Filed under Uncategorized
Lagi kurang kerjaan plus kena sindrom rumah sakit (baca : homesick). Biasanya, orang-orang dengan sindrom ini suka membayangkan dirinya berada di rumah dan melakukan kegiatan-kegiatan menyenangkan selama berada di rumah. Kali ini hal itu melanda saya. Saya jadi teringat tentang hal-hal yang saya lakukan di rumah. Biasanya kegiatan ini saya lakukan saat adik saya pulang di tengah terik matahari dan mengeluh, ‘hwuuuaaa… panas.. auuusss…’
Akhirnya, kami berdua suka membuat resep ngawur bin enak. Okeh, mari kita lihat seberapa ngawur resep kami berdua.
1. Nutri Squash
Bahan :
- 5 sendok makan nutrisari
- 500 ml soda (biasanya sih pake yang merk Sp***e)
- es batu secukupnya
Cara membuat :
- Campurkan nutrisari dan soda
- Aduk hingga rata
- Tambahkan es batu
- Sajikan dingin
** Cicipi rasanya.. Kalo kerasa keaseman, tambah sodanya. Kalo kurang asem, tambah nutrisari nya. Kalo kurang banyak, bikin lagi
Untuk : 2 porsi
2. Coca Float (Kalo ini biasanya kalo ada es krim sekotak yang ga habis dimakan :D)
Bahan :
- Soda (Kali ini biasanya pake yang merk Co*****a) Read the rest of this entry »
June 27, 2007 at 4:05 pm · Filed under Uncategorized
Melihat sekilas judul buku Why Men Don’t Listen and Why Women Can’t Read Maps membuat saya tercengang. Kok ya ada orang yang barangkali terlalu ‘kurang kerjaan’ sehingga bersedia menyelidiki hal-hal semacam itu. Oke. Sebenarnya bukan itu yang ingin saya bahas. Apa yang ingin saya tulis kali ini merupakan apa yang saya pikir tentang perbedaan hearing dan listening.
Merupakan suatu anugrah mempunyai dua telinga yang seharusnya membuat kita lebih bisa banyak mendengar daripada berbicara.
Dari buku itu juga saya belajar, tentang teori bahwa pria tidak mendengar. Okay.. They hear but not listen 
Terlepas dari itu semua, ada satu persamaan antara pria dan wanita dalam hal dengar-mendengar. Kami (para wanita) yang walaupun mempunyai kemampuan mendengar jauh lebih tinggi dibanding Anda (para pria) ternyata pada kenyataannya sama-sama cenderung hanya ingin mendengar hal-hal yang ingin kita dengar, dan sama-sama cenderung tidak ingin mendengar hal-hal yang tidak ingin kita dengar.
Jadi, marilah belajar menjadi pendengar yang benar-benar mendengar (listen) dan bukan sekedar mendengar (hear) 