FGD, Gay, dan Coklat Stroberi Sore Itu..
April 10, 2009 at 3:45 pm | In Begini Ceritanya.., Out of My Mind, Whatever Things | 41 CommentsTags: Coklat Strawberry, Focus Group Discussion, Gay, Komunikasi, Tugas Akhir
Disclaimer : Tulisan ini bukan bentuk sentimen terhadap kaum pria atau golongan tertentu
Saya ingat quote dari seorang teman :
“Cowok itu ada dua golongan.
Golongan pertama : cowok buaya.
Kalo dia gak masuk golongan pertama, berarti dia masuk golongan kedua : GAY!!”![]()
Apa yang ada di benak Anda saat mendengar kata-kata ‘Coklat Stroberi’?
Coklat Stroberi memang film lama. Tapi kalau baru sekarang saya membahasnya, itu karena dua hari yang lalu saya diundang dalam sebuah FGD (Focus Group Discussion) untuk pengerjaan Tugas Akhir seorang teman di Komunikasi Unair. Kebetulan, judul yang diambil untuk tugas akhirnya yaitu Penerimaan Mahasiswa Terhadap Representasi Romantisme Gay dalam Film Coklat Stroberi. Jadi lah Rabu sore itu, berkumpul lah mahasiswa-mahasiswa yang dipilih dari bebeberapa jurusan dan universitas di Surabaya.
FGD itu apa sih..?
Seperti namanya, FGD -Focus Group Discussion- atau yang biasa disebut dengan Diskusi Kelompok Terarah yang saya ikuti merupakan diskusi sebuah kelompok kecil yang terdiri kurang dari 7 – 10 orang. Diskusi memanfaatkan seorang moderator yang akan memastikan diskusi berjalan pada track yang sesuai. Pendekatan diskusi bersifat kualitatif, karena tujuan FGD ini pada dasarnya yaitu menggali persepsi informan melalui proses diskusi yang terjadi. FGD ini bisa dibilang jalan tengah penggalian informasi antara metode ’survey’ yang cenderung hanya terlihat ‘di permukaan’, dan metode wawancara mendalam yang terkesan relatif bersifat ‘personal’ antara dua orang saja.
So, let’s start the FGD session. Karena FGD kali ini berhubungan dengan sebuah film, maka FGD diawali dengan menonton film Coklat Stroberi. Walau pun sudah pernah nonton, boleh lah ditonton satu kali lagi. Itung-itung refresh ingatan. Singkatnya, Coklat Stroberi adalah film yang memberikan gambaran kepada kita bahwa di sekitar kita terdapat beberapa orang yang memiliki ketertarikan sejenis (homoseksual). Di film tersebut, tokoh yang diceritakan sebagai gay adalah pasangan Nesta dan Aldi. Di akhir cerita, ternyata Nesta ’sembuh’ dan beralih orientasi. Sedangkan Aldi bertahan dengan jati dirinya dan tetap menjadi homoseksual.
Puas nonton + makan malam, FGD pun dimulai. Moderator pun memberikan beberapa pertanyaan ‘pembuka’. Diskusi langsung memanas saat moderator bertanya,
“Bagaimana pendapat Anda tentang Gay? Pro atau Kontra?”
Kontraaaa!!! Ahahahahaiii.. Pertanyaan itu sukses membuat peserta diskusi heboh. Dari 7 orang peserta diskusi, 4 orang memilih kontra, sedangkan 3 lainnya memilih biasa saja. Saya sih jelas kontra. Alasannya simple saja. Dari data statistik yang ada, jumlah cewek : cowok kan 4 : 1. Kalau cowok itu gay, berarti makin kecil aja dong cowok-cowok yang bisa dipilih..?
Gay, menurut seorang peserta, terbagi menjadi dua. Gay karena gen (dalam artian jumlah gen wanita dalam tubuh seorang pria lebih banyak), dan faktor lingkungan. Misal : traumatik dengan wanita, lingkungan yang lebih nyaman diantara pria, atau juga dapat terjadi karena pengaruh teman yang juga gay. Gay karena faktor lingkungan memiliki kemungkinan ’sembuh’ yang lebih besar. Sebaliknya, kemungkinan sembuh gay karena faktor gen sangat sedikit.
Di FGD itu, saya jadi banyak tau tentang dunia ‘gay’. Dari mulai tanda-tanda, kode, bahasa tubuh, sampai penggunaan ‘atribut’ yang masih ada sampai beberapa tahun yang lalu. Kehebohan dan diskusi yang terdiri hanya-dari-tujuh-orang-namun-terasa-seperti-tujuh-puluh-orang itu langsung terdiri karena tiba-tiba terjadi ‘pengakuan’ dari salah satu peserta diskusi. ‘Well, I’M Gay.’
ZzZzzzzzzz…
Speechless. Saya syok. Secara saya dari awal termasuk heboh berteriak ‘Kontra!!!’, dan ternyata saya harus berhadapan dengan salah satu dari mereka. OMG! Diskusi pun berlanjut kepada penerimaan gay di sekitar kita. Humm.. Pendapat saya : Ok. Fine. Saya masih tetap pada pendirian saya. Secara prinsip, saya tetap kontra terhadap keberadaan mereka. Tapi, that’s all. Saat kondisi memaksa saya dihadapkan pada lingkungan mereka, atau saat ada teman atau keluarga yang ternyata gay, saya tidak akan menjauhi atau memusuhi mereka. Yah, paling tidak, jikalau saya bertemu dengan salah satu dari mereka, saya pastikan tidak ada pacar atau gebetan di samping saya
Back to the movie. Jujur saja, romantisme gay sebenarnya tidak terlalu ‘vulgar’ di film tersebut. Pada akhirnya, ke-tujuh peserta FGD saat itu sepakat kalau film maker Coklat Stroberi cenderung setengah-setengah mengangkat dan membeberkan realitas tentang romantisme gay yang ada di sekitar kita. Sehingga film tersebut gagal mengungkapkan tujuan, maksud, dan isi film. Film itu pun hanya berkesan sebagai drama kisah cinta biasa.
Most of all.. Pengalaman yang tak terlupakan. Bertemu orang-orang baru yang heboh, ramai, dan sukses menambah pengetahuan saya. Plus makan malam yang mengenyangkan. Big thanks to all of U. Special buat Putri, gud lak buat tugas akhirnya
& Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan komentar
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.






Dulu itu: Dari 8 dari sepuluh cowok adalah buaya, yang 2 menyukai salah satu dari 8 cowok itu.
Prinsip dasarku dari dulu simple, hubungan seks sesama jenis itu dosa, tapi bukankah kita semua orang berdosa…
Jadi, terima apa adanya, asal lo g berusaha pdkt ke gue, gue sih asik2 aja…
Komentar oleh dnial — April 10, 2009 #
Pengalaman pribadi ta, mas?
Komentar oleh - S - — April 12, 2009 #
kalo ada orang yang quote golongan cowok ada 2, (opini pribadi nih) kalo cewek ada 4 lho:
1. cewek standar
2. cewek buaya
3. lesbi
4. bisex
don’t get offended ladies… :p
btw, liat komen daniel diatas kok rasanya dia lebih berorientasi gay ya… :p
Komentar oleh dr — April 12, 2009 #
Punya teman gay pas SMA seh… Enak, konco ceweknya akeh, dan de’e yo seneng ngenalno.
Ada juga yang lebih closed… Nggak kentara…
Biasa sajalah… timbang fobia mending nyante ae…
Kenapa harus takut?
Komentar oleh dnial — April 12, 2009 #
weks, quote nya yang trakir itu kok? zzzzz…
hha… klo quote ku gini
“Smua co itu pada dasarnya buaya, klo bukan buaya ya namanya non-buaya” hehe..
Komentar oleh aryu — April 12, 2009 #
Ada yang pernah bilang; kalo cowok itu buaya, maka cewek itu lubang buaya.
Soal gay, saya sependapat dengan dnial. IMO akan lebih baik kalo makin banyak cowok (cakep dan kaya) yang gay, karena akan mengurangi pesaing tuk dapet cewek.
Komentar oleh jensen99 — April 12, 2009 #
ga ada golongan netral kah?
Komentar oleh almascatie — April 12, 2009 #
Itu kan quote dari teman saya
Kalo mau ditambahin satu golongan lagi : ‘netral’ silakan saja
Komentar oleh - S - — April 13, 2009 #
golongan setia gimna? *digampar*
Komentar oleh almascatie — April 13, 2009 #
*lempar sendal
Komentar oleh - S - — April 15, 2009 #
Wah saya ini bukan cowo Buaya lowh Mbak..
tapi gay juga bukan..
lalu golongan yang mana dunk..?????
(^O^)
Komentar oleh bocahbancar — April 13, 2009 #
Ikutan almascatie aja gimana?
Bikin golongan baru
Golongan : ‘netral’
*tapi g tau tuh netralnya gimana. Ato jangan2 netral itu.. Ga suka siapa2 ya?
Komentar oleh - S - — April 13, 2009 #
Namanya itu asexual, saw…
Kamu cari di google sonoh… asexual itu tidak punya ketertarikan sexual.
Komentar oleh dnial — April 13, 2009 #
Yang paling penting khan kasih sayang !!!!!
Jenis kelamin mah nomer dua hehehehehehe
Komentar oleh Filsuf Kesasar — April 13, 2009 #
Komentar oleh - S - — April 15, 2009 #
Weew….U really wrote it on, Jer……!!
Ahahaiy…
Sudah kuduga, mengundangmu berarti ‘membuka’ gerbang bagi ‘non peserta’ untuk turut ambil bagian dalam proses-diskusi-yang-tertunda.
*Sekalipun mereka -mungkin- bukan remaja, sudah tidak tercatat sebagai mahasiswa, dan belum pernah menonton pilem Coklat Stroberi..
>>sekalian ngeralat judul film ‘in Indonesian, please, strawberry’-nya…:p
Dan..ingatkan aku, bahwa tidak sia-sia menyogokmu makan malam…
*psst, lumayan… buat bahan lampiran euy, tulisanmu yang ini…!!
Perlu ngurus surat izin pemanfaatan hak cipta tak, aku?
*wink, wink…
Komentar oleh Putri — April 13, 2009 #
Maaf, Bu Moderator..
Kata ’strawberry’ udah diganti ’stroberi’ tuh
Boleh lah tulisanku kau jadikan lampiran Tugas Akhirmu
Gud Lak de buat TA-nya
Komentar oleh - S - — April 15, 2009 #
Dirimu memang baek, Jeerrr!!!
:p
Sumhow…kalo lh keilangan daya dan mood nggarap, baca tulisanmu bikin aku semangat -lagi- nggarap yang tertunda euy!!!
Mengingat-menimbang-memutuskan… deadline pengumpulan terakhir Jumat, tanggal 19 Juni 2009 besok!!
Argggghhhh…..!!!!
Smangads, smangaadss, smanggaaaadsssss!!!!!
:p
Komentar oleh Putri — Juni 15, 2009 #
Jadi menurutmu aku …. ?
Kau bisa menemukan jawabannya di postingan terbaruku
Komentar oleh achoey — April 15, 2009 #
hummm…
*manggut-manggut abis baca artikelnya
Komentar oleh - S - — April 17, 2009 #
Haiyah..tak kira makanan..,ternyata pilem to..ehehehe..
Gak jadi lapar aku..wakxkxkxkxkxkx..
Komentar oleh SanG BaYAnG — April 16, 2009 #
*ngikik-ngikik
Komentar oleh - S - — April 17, 2009 #
GAY… di Belanda akeh saw,,, bukannya kmu pengen kuliah disitu.. wkwkwk siap2 yo…:D
Komentar oleh radeezblog — April 16, 2009 #
kamu mau deez..?
Komentar oleh - S - — April 17, 2009 #
hihihi…cow dimana2 emang buaya, cuma kadarnya aja yg beda, ada yg buayanya sedkit ada yg buayanya banyk hahaha
Komentar oleh mahardhika — April 17, 2009 #
maksimal kadarnya berapa mbak?
24 karat?
Komentar oleh - S - — April 17, 2009 #
“Cowok itu ada dua golongan.
Golongan pertama : cowok buaya.
Kalo dia gak masuk golongan pertama, berarti dia masuk golongan kedua : GAY!!”
Bijak banget tuh kata-kata sumpe
bakal diriku jadiin pedoman hidup dan akan disebarkan pada semua yang ditemui
Komentar oleh aNGga Labyrinth™ — April 17, 2009 #
no offense, guys
Komentar oleh - S - — April 17, 2009 #
dulu pas sma ada sih temenku yang cowo tulen..punya cewek..eh2 gak taunya,,pas udah kuliah.,..berubah jadi gandeng cowo…
ckckck…itu karena lingkungan kali ya…
Komentar oleh kita — April 17, 2009 #
bisa jadi
Komentar oleh - S - — April 18, 2009 #
Klo cewek ada berapa golongan jeng?
Komentar oleh Ade — April 17, 2009 #
kalo kata mas dr di atas, ada 4 golongan
tapi kalo mnurut saya sih, cowok cewek sama aja kok..
tergantung personel masing2
mnurut mbak, enaknya cewek ada berapa golongan ya?
Komentar oleh - S - — April 18, 2009 #
pilihan 2 tok? … dari GAY … mending BUAYA sekalian..
asal gak BUAYA DARAT aja deh…
Komentar oleh djayarus — April 18, 2009 #
Sama ajaaa
Komentar oleh - S - — April 20, 2009 #
wah sapa nih yang GAY….hehehehehe
Komentar oleh casual cutie — April 18, 2009 #
*pasang mata siaga*
Komentar oleh - S - — April 20, 2009 #
gay itu arti kamusnya warna-warni. gua polos aja deh….
*siap dipilih mode : max*
salam kenal dari cowo’ polos
Komentar oleh free ebooks — April 18, 2009 #
lagi obral nih ceritanya…?
Komentar oleh - S - — April 20, 2009 #
lubangnya banya’ jd buaya’a makin + lg
Komentar oleh zaklles — Mei 3, 2009 #
Hi, nice post. I have been thinking about this topic,so thanks for writing. I’ll certainly be subscribing to your posts.
Komentar oleh How I Lost Thirty Pounds in Thirty Days — Mei 4, 2009 #
[...] Des Pieuvres”. Kalo lihat cover film-nya, ada ribbon warna-warni seperti pelangi. Menurut FGD yang saya ikuti beberapa waktu lalu, rainbow bisa jadi pertanda homoseksual. Film yang berjudul Water Lilies dalam bahasa Inggris ini [...]
Ping balik oleh Jazz Nite + Film Perancis + Window Shopping = Wiken Gretongan yang Menyenangkan « Sari Ajah.. — Mei 10, 2009 #