Sssssstt… Pamali!!
Mei 5, 2009 at 10:10 pm | In Gak jelas, Life, Out of My Mind, Whatever Things | 59 CommentsAnak gadis itu………………..
Kalau makan ndak boleh di depan pintu.
Kalau makan harus dihabiskan biar ayamnya ndak mati.
Kalau nyapu harus bersih biar suaminya ndak brewokan.
Kalau masuk rumah, ndak boleh pake topi ato payung.
Haaa? Emang kenapa..?
PAMALI!!
Pamali, menurut saya adalah kepercayaan tentang hal-hal buruk yang mungkin terjadi akibat melakukan sesuatu. Entah bagaimana di daerah lain. Tapi karena saya lahir dan besar di lingkungan yang Jawa banget, dari kecil saya sudah sering sekali mendengar hal-hal yang dihubung-hubungkan dengan pamali ini. Dan entah kenapa, walau pun saya tidak punya ayam, toh saya tetap menghabiskan makanan saya. Sugesti yang diberikan sejak kecil itu pun tertanam sampai sekarang.
Sebenarnya saya ingin sekali iseng-iseng mampir ke peternakan ayam dan menanyakan statistik ayam yang mati di sana. Mungkin, jumlah ayam yang mati berbanding lurus dengan jumlah pekerja yang tidak menghabiskan makanannya. Sekedar ingin tahu saja, pamali memang hanya pamali atau bisa terjadi di kehidupan nyata
& Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan komentar
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.






Habis blogwalking sama baca-baca tulisan orang juga wajib meninggalkan jejak..
Kalo gak gitu, PAMALI!!
Komentar oleh - S - — Mei 5, 2009 #
oke deh sayah ninggalin jejak n salam kenal
komen bout pamali
saya yakin kalo org2 “jaman dulu” punya alasan logis sebelum mengatakan pamali.
contoh makan didepan pintu pamali, ya iyalah kan kalo ada tamu masuk ga enak kelihatannya dan makan paling sesuai ya d meja makan.
sgtu aja komennya drpd dblg pamali
hihiihi
Komentar oleh depz — Mei 7, 2009 #
Ha ha ha…
hampir setiap pamali itu pasti ada logika nya
ngak boleh duduk di pintu kaena ngalangin orang yang mau keluar masuk.
Klo makanan ngak diabisin kan nanti di kasih ayam, makanya ayamnya ngak makan makanan ayam. dan bisa kebanyakan makan.
pake payung dalem rumah, ya nge-risih-in orang laen atuh kk
Komentar oleh aNGga Labyrinth™ — Mei 5, 2009 #
Kalau ngerjain TA nggak boleh ngeluh… PAMALI.
*kaboooorr*
Komentar oleh dnial — Mei 6, 2009 #
Sssssttt..
Pamali!!
Komentar oleh Sari — Mei 6, 2009 #
pamali itu ya.. cuma pamali!!
beneran!
Komentar oleh Chic — Mei 6, 2009 #
hihih.. lucu yah, ah takut pamali.. ninggalin jejak deh.
Pamali itu bentuk ketidak tahuan, sama halnya ketika orang2 di skekitar harry Potter nyebutin musuhnya (sstt…) hehe
So, bagi yang sudah tahu harus kasih tahu orang yang ga tau.. ntar pamali hihihi…
Komentar oleh Ruku — Mei 6, 2009 #
biasanya pamali itu cuman cara orang tua buat nakutin anak-anaknya doank, intinya buat kebaikan tp dengan cara yg salah,,, fufufufufu
*ikutan comment biar gak pamali*
Komentar oleh deeedeee — Mei 6, 2009 #
orang tua dulu seperti itu karena intinya kita menghargai jerih payah mereka yang menanam padi hingga menjadi ebras dan nasi yang kita makan, selain itu banyak nilai pelajaran yang kita dapet untuk bisa berbagi dan menghargai akan suatu barang
Komentar oleh omiyan — Mei 6, 2009 #
sepakat, Oom
*ngangguk-angguk
Komentar oleh Sari — Mei 7, 2009 #
aku setuju pamali…….di tunggu kunjunganya..di web ku..plus koment
Komentar oleh kencus — Mei 6, 2009 #
sebenernya pamali itu apa sih?
Komentar oleh d' — Mei 6, 2009 #
Hohooo kejawen yawh Mbak…
Kalo aku sich, dari kecil dulu sudah ga nurut kalo soal gituan Mbak he he he….
Jangan makan Blutru(pantat ayam) yawh, nanti jadi ga pinter…
Komentar oleh bocahbancar — Mei 6, 2009 #
Ahhh.. Pamali…
*siyul-siyul
Komentar oleh Sari — Mei 7, 2009 #
pamali tuh suaminya bumali… *maksa* … he3x….
pamali hanya sekedar istilah pengingat aja, supaya kita berbuat sopan dan baik biar terhindar dari bahaya….
iya ga ya?..
Komentar oleh Harsa — Mei 7, 2009 #
Mei.. bi yes..
Mei.. bi no
Komentar oleh Sari — Mei 7, 2009 #
Ya menurut saya pamali tu,
adalah *LEBAY* nya orang-orang jaman dulu
Punya kegunaan dan makna tersendiri.. tapi ya itu *LEBAY*
Komentar oleh ERU — Mei 7, 2009 #
Pliisss de jangan lebay…
Jangan paksa aku tuk begitu begini,,,
*nyanyi-nyanyi
Komentar oleh Sari — Mei 7, 2009 #
Urang Sunda Asli (USA) ya, salam kenal ya
Komentar oleh syaiful — Mei 7, 2009 #
Salah besarrrrr!!
Saya Jawa asli!!!
Komentar oleh Sari — Mei 7, 2009 #
Pamali itu bahasa jawanya….GAK ILOK ….!!
Komentar oleh gwgw — Mei 8, 2009 #
pakmali itu suaminya bumali yah???
Komentar oleh polar — Mei 8, 2009 #
Kalau makan jgn di depan pintu
–> tar menghalangi orang keluar masuk
Kalau makan harus dihabiskan biar ayamnya nggak mati
–> kalau masih hidup gimana mau dimakan tuch ayam
Someetimes kita bisa logika kan kok, cuma cara mereka menyampaikan saja yang beda
Pamali kalau ada duit ga traktir…hahaha…ini sich maunya aku ajaaaa
Komentar oleh 1nd1r4 — Mei 8, 2009 #
Kalo Mbak d1r4 gak traktir2 aku, pamali!!
*ini juga maunya aku
Komentar oleh - S - — Mei 8, 2009 #
Sar, di Padang juga sama ga boleh berdiri depan pintu.. hehehehe padahal mungkin maksudnya biar ga ngalangin jalan yang mau masuk rumah kali yee
Komentar oleh Ade — Mei 8, 2009 #
Ga boleh, Mbak!! Pamali!!
Komentar oleh - S - — Mei 8, 2009 #
“kalo makan harus dihabisin nnti nggak gemuk-gemuk kaya gue!!!”
Pamaliiii…
Komentar oleh kenangamu — Mei 8, 2009 #
kalo saya taunya “ndak ilok”, ini kata penutup orang tua jaman dulu. kalo pengen nasihatnya ndak terbantahkan cukup ditutup dengan kata ndak ilok, jelas berhenti perdebatannya, wong kita ndak ngerti apa maksudnya.
mungkin dulu pertama kalinya larangan itu dibuat memang ada alasan logisnya, tapi karena turun temurun ndak dijelasin apa alasan logisnya saya curiga banyak larangan yang sudah ndak sesuai aslinya
wajar tho, satu guru ngajar hal yang sama ke 10 murid saja bisa jadi 10 macem ajaran, tergantung persepsi yang nerima
Komentar oleh mas stein — Mei 8, 2009 #
kenapa anak bayi pamali kl bobok menjelang maghrib?
aku link di blogroll yah Sar!
Lam kenal
Komentar oleh Uke Poet — Mei 8, 2009 #
Pamali tuh bahasa mana ya…?
Sebagai orang jawa saya kurang paham…?
Komentar oleh tuyi — Mei 8, 2009 #
Saya juga jadi mikir pamali itu asli bahasa mana
Komentar oleh - S - — Mei 8, 2009 #
pamali mah…dari sunda mbak sari…tapi kalo Gak ILOK, dari jawa timuran
Komentar oleh gwgw — Mei 12, 2009 #
hihihi ya maksude baik, ingin mengajak kebaikan. tapi kadang yang nrima malah dijadiin kepercayaan yang “kudu” dipercaya. Jadinya ya gitu deh.
Komentar oleh adams — Mei 8, 2009 #
Yaaa … namanya juga Pamali …
Kadang ada yang masuk akal …
Kadang ada juga yang nggak logis …
Salam saya
Komentar oleh nh18 — Mei 8, 2009 #
lam nal, senengnya bs maen k blog blogger keren ^^
maklum bu’ nmnya juga orang tua, sedikit2 pamali.. sedikit2 pamali.. pamali kok sedikit2..
Komentar oleh ayas — Mei 8, 2009 #
salam kenal jugak
Komentar oleh - S - — Mei 8, 2009 #
SSSSSSSSSSSSttt… pamali kalo gak sampe komen di blog mbak sari
dan gak dapet balesan kunjungan..
*neh bukan ya.. hehehe kidding*
Komentar oleh Huang — Mei 8, 2009 #
*pentung Huang
Komentar oleh - S - — Mei 9, 2009 #
*lapor ke KOMNAS,, ada tindakan pementungan*
Komentar oleh Huang — Mei 10, 2009 #
*buang semua barang bukti
Komentar oleh - S - — Mei 10, 2009 #
Pamali klo gak kenalan. Salam!
Komentar oleh febritalks — Mei 8, 2009 #
Salam jugaaa.. Daripada pamali
Komentar oleh - S - — Mei 9, 2009 #
kalo dimarahi dosen ga boleh ikutan marah….pamali
Komentar oleh mrpall — Mei 9, 2009 #
siap, Oom
Komentar oleh - S - — Mei 9, 2009 #
mungkin istilah dalam bahasa jawa = gugon tuhon lebih pas ya
kepercayaan masyarakat jawa
yang cuma kebetulan saja
namun sering dihubung-hubungkan
Komentar oleh annosmile — Mei 9, 2009 #
Wew..
Maklum aja ce..
Tiap jaman punya etika sendiri..
Tiap generasi punya pola pikirsendiri..
Ada baiknya..
Qta generasi sekarang..
Memahami..
Sekalipun tidak mengamini..
Mereka para orang tua qta..
Hehehe..
Btw..
Met knal ya ce..
Komentar oleh Budi Hermanto — Mei 9, 2009 #
Hihihi..
Iya
Salam kenal juga
Komentar oleh - S - — Mei 10, 2009 #
padahal kalo makannya ga habis, makanannya bisa dihabiskan ama si ayam, trus ayamnya jadi gemuk ya?
Komentar oleh Pak Dhe Wicak — Mei 9, 2009 #
nek gak entek, engkok piti’e mati lo…
gak oleh dulinan beras, nggarai tangane keteng..
ojok dulinan gantrung, nggarai mripate cadu’en..
ojok mangan brutu, nggarai goblok…
encene wong Jowo iku isok-isok ae…
tapi, pasti ada motif dibalik semuanya. baik itu negatif ato positif…
Komentar oleh kiraitomy — Mei 9, 2009 #
waaahh..
sepertinya berpengalaman sekali dengan ‘pamali stuff’ seperti ini
Komentar oleh - S - — Mei 10, 2009 #
selalu ada pesan moral yang ada dibalik berbagai macam pamali itu.., ambil baiknya buang yang ngaconya…
Komentar oleh grubik — Mei 9, 2009 #
Bahasa Banjar juga pamali. salam kenal , saya dari kalsel.
Komentar oleh Zian X-Fly — Mei 9, 2009 #
Hoo..
Di Banjar ternyata juga ada kepercayaan2 macem begini ya
Salam kenal juga
Komentar oleh - S - — Mei 10, 2009 #
baru tau nih artinya pamali…..
Komentar oleh dion — Mei 10, 2009 #
hehehe
ya, saya jadi inget nenek saya
sssttt
pamali
Komentar oleh achoey — Mei 10, 2009 #
jgnkan jejak…atm sekalian saya tinggalin nich
) salam kenal dari saya
Komentar oleh kodil — Mei 13, 2009 #
-pamali itu=gak ilok(istilah Jawa-Jombang-kampungku) artinya nggak baik.
+makan didepan pintu: mengganggu lalu lintas manusia,hewan atau barang.
+menyapu gak bersih, yaaa kotor donk namanya.
+makan nggak habis ayamnya mati—hemat atau kalo ngambil nasi jangan serakah..ukur mulut dan perut.
-Jangan pake payung atau topi dirumah…emangnya rumah gak ada atapnya?
-jangan duduk diatas bantal entar bisulan—bantal untuk kepala bukan untuk bokong.
masih banyak kok…..
Komentar oleh Abdul Cholik — Mei 23, 2009 #
hah?! klu mkan gk diabisin masa’ ayamnya mati…?
tpi gw kn kgak punya ayam, jdi ayam ny gk mati,donk????
he..he..he
hrie gnie msih prcaya PAMALI ???
CAPE DECH !!!!
namanya pamali tuch hnya kta2 ortu jman dlu biar nak’ny nurut
skarang jman Siti Nurhaliza
bukan Siti Nurbaya, coy!!!
Komentar oleh fhae... — Juni 11, 2009 #
Pamali??? Belive it or not was up to you how you responded to that.
Komentar oleh Alya — Juli 21, 2009 #