Saya tahu Surabaya memang kota dengan cuaca yang sangat panas. Tapi buat saya yang dari orok sudah lahir dan besar di Surabaya, cuaca di Surabaya akhir-akhir ini jaaaauh lebih panas daripada biasanya. Iklim sudah berubah rupanya. Ketidakseimbangan terjadi di mana-mana. Serba timpang tindih.
Para pemimpin negara dari berbagai belahan dunia pun melaksanakan suatu konferensi tingkat tinggi tentang perubahan iklim ini di Copenhagen, Denmark. Harapannya, muncul suatu resolusi bersama untuk ‘menyelamatkan bumi’. Bayangkan saja, jika pemanasan global terus menerus terjadi dan jumlahnya meningkat, dapat dipastikan es di kutub akan mencair. Konsekuensinya? Jelas saja negara-negara kepulauan di sekitar kutup akan tenggelam. Indonesia? Mungkin saja.. Entah berapa tahun lagi.
Baru-baru ini, pemimpin dunia dari berbagai belahan dunia membicarakan isu global perubahan iklim ini dalam sebuah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim di Copenhagen, Denmark. Menurut BBC News, ada beberapa hal yang berhasil diubah oleh Copenhagen :
- Dengan 110 pemimpin negara dan satu isu tunggal dalam agenda tersebut, tidak ada event lain selain Copenhagen. Negara-negara perantara seperti US, China, India, Afrika Selatan, Brazil, dan EU juga memperlihatkan kepada dunia dimana keseimbangan kekuasaan telah berubah secara signifikan dalam kurun waktu 20 tahun terakhir.
- Pada level dasar, konferensi ini kembali menegaskan perdebatan diantara negara-negara mengenai kesadaran akan iklim pengetahuan dan dukungan untuk melakukan aksi nyata. Bukan lagi sebatas pertanyaan bahwa perubahan iklim merupakan pokok dari pemikiran politik dari negara mana pun di planet ini.
- Kesadaran masyarakat juga meningkat. Kampanye besar-besaran yang dilakukan di seluruh dunia untuk Copenhagen oleh pemerintah, NGO, swasta, juga pemberitaan media mengenai isu dan juga pelaksanaan konferensi perubahan iklim ini dipahami oleh banyak orang dan menjadi perbincangan dari pub-pub di pelosok Inggris sampai bar-bar di Beijing.
- Perubahan lain yang juga sangat penting adalah green growth dijadikan model ekonomi saat ini. Ide bahwa perubahan iklim tidak baik untuk bisnis dipatahkan di Copenhagen. Baik negara maju atau berkembang telah mengumumkan penggunaan rencana ekonomi dengan low-carbon.
Yang tidak dapat diubah oleh Copenhagen :
- Kombinasi dari kepentingan politik, arah kebijakan ekonomi, dan tekanan publik tidak cukup besar untuk menanggulangi permasalahan terhadap kedaulatan banyak negara dalam konteksnya terhadap hukum internasional. Keputusan final menggambarkan fakta bahwa banyak negara hanya menginginkan jawaban untuk kepentingan negara masing-masing. Negara-negara tersebut akan bekerja sama, tetapi tidak dalam kesepakatan resmi.
- Tidak ada banyak jumlah target tertentu untuk pengurangan emisi seperti 50% pada 2050 seperti pada draft sebelumnya. Target akan diumumkan selanjutnya.
- Rekomendasi terhadap transparansi tentang isu ini ini sangat penting bagi banyak negara diharapkan dapat diakses secara global, namun tidak ada verifikasi dari aksi-aksi yang dilakukan di negara berkembang kecuali negara-negara tersebut dibayar oleh negara maju.
- Juga, terdapat detail yang sangat sedikit sekali pada poin-poin yang dikemukakan.
Dalam KTT tersebut disebutkan bahwa target utama yaitu membatasi pemanasan global sampai 2C. Namun, tidak dikemukakan secara rinci bagaimana target tersebut akan dicapai. Fiuuuuh.. Susah memang. Kalau semua tidak saling bekerja sama menanggulangi isu ini, maka target-target tersebut tidak akan dapat tercapai.
Apa yang dapat kita lakukan? Banyaaaak.. dan sebenarnya sederhana.
- Tidak memakai kantong plastik untuk tiap belanjaan kita
- Menanam pohon, termasuk memelihara pohon hidup di kantor
- Memakai mobil/kendaraan yang irit bahan bakar
- Menggunakan laptop daripada komputer desktop
- Rajin merawat mesin kendaraan bermotor
- Menggunakan produk yang dapat didaur ulang
- Berjalan kaki atau naik sepeda daripada naik kendaraan
- Tidak menggunakan produk-produk aerosol
- Membuat kebun sayur sendiri, lebih menyehatkan
- Mematikan listrik saat tidak digunakan
- dll
Sederhana sekali, dan mungkin tidak terpikirkan oleh kita. Atau bahkan, sempat terlintas di pikiran kita bahwa tindakan kecil tersebut tidak akan membawa efek yang berarti. Eits.. Jangan salah!! Sekecil apa pun tindakan kita, sangat berguna demi penyelamatan bumi ini. Ayo sodara-sodara!! Mari kita selamatkan bumi!!

lam nal ^^
s7 bgt dah dg sarannya, apalagi jln kaki,, pas bgt..
wa g ad kendaraan
Sudah berapa kali dibahas dalam beberapa KTT sepertinya dari sisi kebijakan masing – masing negara peserta kalau kita amati tidak ada yang signifikan perubahannya. Artinya mereka terkesan setengah – setengah saja
Rajin merawat mesin kendaraan bermotor
ini yang paling gampang buat para biker indonesia
thx infonya sis
mohon d buka,
http://josuasilitonga.wordpress.com
itu jg membahas mengenai perubahan iklim,
menambah wawasan aja,
n mohon tinggalkan komentarnya,
iya kita mesti menjaga bumi ini dari global warming.
blog walking
yang menyedihkan adalah mereka, orang2 kecil. Ngga ada ujan, ngga ada angin harus mengalami global warning. kalau memang GW adalah konsekuensi dari pesatnya kemajuan teknologi, teknologi apa yang pernah sampai pada mereka?
Keep Go Green….:D
silakan buka di blog berikut: http://ridwankehutanan.blogspot.com/
Perubahan iklim harus kita cari penyebabnya