Rumah Baru
November 7, 2009 at 10:33 pm | In Begini Ceritanya.. | 3 Comments
sariajah dot com
Apa sih itu?
Rumah baru saya..
Monggo mampir ke sini.
Pamiiiiit
Oktober 31, 2009 at 4:18 pm | In Begini Ceritanya.. | 18 CommentsSodara-sodara,
Sebenarnya saya tidak tega untuk menyampaikan hal ini..
Tapiiii
Tapi, Sodara-sodara…
Saya harus mengatakannya juga.
Saya mau pamiiiiit
Blog ini mau pindahan
Tapi karena kavling rumah blog yang baru belom selesai tahap finishing-nya..
Alamat rumah barunya nanti saya woro-woro lagi kok.
Tenang sajaaaah
Don’t miss me!! ![]()
*mendengar sodara-sodara bersuara ‘gak bakal’ secara lantang*
Tweet on Twitter
Oktober 21, 2009 at 12:21 am | In Begini Ceritanya.. | 14 CommentsTags: Indonesia, Seachange, Twitter, Youthsays
Siapa yang sudah terdaftar sebagai pengguna Twitter?
Social networking yang menawarkan tweet, follow, dan trending topic ini makin ramai saja pamornya. Walaupun bisa dibilang basbang karena sudah go public sejak beberapa waktu lalu, tapi karena makin banyak penggunanya jadi ya saya bahas saja di sini. Twitter memang unggul dalam menyebarkan informasi. Kita lihat saja sampai kapan trend nge-tweet ini berlangsung. Hehehe

nah loooo.. twitter over capacity
)
Untuk pengguna Twitter yang melakukan aksesnya dari web browser, pasti sudah tau betapa statis dan membosankannya official web Twitter. Tapi sekarang sudah ada Twitter client yang semakin memudahkan usernya melakukan RT(Re-Tweet), Direct Message, automatic follow, dll.
Let see.. Beberapa Twitter client yang banyak digunakan. Continue reading Tweet on Twitter…
YouthSays | YouthSays, Indonesia’s Youth Opinion Community
Oktober 19, 2009 at 1:38 am | In Begini Ceritanya.. | 8 CommentsTags: Indonesia, Seachange, YES 2009, Youthsays
Punya banyak ide atau cita-cita untuk melakukan perubahan? Youthsays – SEAchange memberikan wadah untuk itu semua. Lalu, apa sih Youthsays – SEAchange itu? Coba baca di sini untuk tau lebih lengkapnya
Youthsays memberikan kesempatan buat semua yang ada di Asia Tenggara, berusia 18-35 tahun, untuk mengikuti YES 2009 GRATIS di Kuala Lumpur. Caranya gampang, cukup daftarkan diri kamu dan jawab tiga pertanyaan yang diberikan. Kamu juga bisa gabung jadi fans FB Page atau jadi followersnya di Twitter. Good Luck, Guys
Ngebut Benjut
September 4, 2009 at 7:59 pm | In Begini Ceritanya.. | 6 CommentsKemarin lusa pulang dari UGD, langsung kepikir buat bikin tulisan macem ini. Ngebut sudah jadi hobi buat beberapa orang. Teman saya termasuk salah satu dari orang yang hobi ngebut, yang dengan sukses mengantarkannya ke UGD. “Ngebut Benjut”.
Derita “Ngebut Benjut” teman saya itu membuat saya teringat kepada tulisan-tulisan di belakang angkot dan truk. Biasanya di belakang angkot dan truk ada tulisan-tulisan aneh yang sejenis dengan ‘ngebut benjut’ itu. Continue reading Ngebut Benjut…
Sudah Bolong Berapa?
Agustus 30, 2009 at 12:36 am | In Begini Ceritanya.. | 13 CommentsTags: Puasa, Ramadhan

Hayo hayo……
Mengakulah saudara-saudara!!
Setelah lewat satu minggu puasa, sudah berapa puasanya yang bolong?
Kalau tarawihnya, bolong berapa?
Met Puasa semuanyaaaa..
Semoga semua amalan-amalan saudara-saudara di bulan ini diridloi olehNya![]()
Sejak Kapan Malaysia Punya Tari Pendet?
Agustus 24, 2009 at 7:10 pm | In Begini Ceritanya.. | 20 CommentsTags: Bali, Indonesia, Malaysia, Malingsia, Tari Pendet, Visit Malaysia 2009
Iya sih udah basbang.. Tapi masih sebelllll.. Emang sejak kapan sih tari pendet pindah ke Malaysia? Jelas-jelas tari pendet bukan termasuk grey area. Dari jaman dulu juga semua tau kalau tari pendet tuh dari Bali, Indonesia. Atau jangan-jangan dulu saya yang kurang perhatian sama pelajaran Seni, Sejarah, atau Geografi? Kemarin-kemarin sudah banyak yang diklaim. Sekarang tari pendet. Besok-besok apa lagi?
(Alasan) Menjadi Bahagia
Agustus 19, 2009 at 5:37 am | In Begini Ceritanya.. | 15 CommentsTags: Curhat, Life

dapet gambarnya dari sini nih http://stylefrizz.com/img/smile-cup-psyho-green.jpg
Fiuuuuuh.. Apa kabar sodarah-sodarah? Lama sekali ya sepertinya tak berjumpa dengan sodarah-sodarah semua. Jadi setelah sebelumnya saya menanti wangsit yang tak kunjung datang, akhirnya saya terpaksa meneruskan TA di semester ini.Rencana lulus 8 semester gagal sudah. Banyak orang yang mencemaskan keadaan saya setelah itu. Banyak yang takut, gara-gara tekanan batin level stres saya memuncak sepetri Marshanda. Ah, tidak selebay itu kok sodarah-sodarah
Dan hari ini, saya kembali ke kampus. FRS-an gitu lah. Online YM! sebentar dan memajang status, “Hepi hepi… La la la lalala..”. Status singkat YM! saya ternyata mengundang banyak komentar dari banyak orang. Komentar awal mereka selalu diawali dengan pertanyaan, “Kenapa kok hepi?”
Sederhana sebenarnya. Karena setelah seminggu belakangan disibukkan dengan mempersiapkan pelatihan manajemen tingkat dasar, saya jadi jarang bertemu dengan teman-teman. Dan hari ini rencananya kami bertemu lagiiii.. Aih senangnya…
“Udah, cuma itu ajaaa?”
“Iya. Cuma itu aja. Simple ya?”
Komentar itu hampir saya dengar dari banyak orang pagi ini. Kok aneh ya..? Apa perlu alasan untuk menjadi bahagia? Saya rasa tidak perlu. Toh kebahagiaan itu hati kita yang merasakan. Yang kita lakukan hanya lah bersyukur atas apa pun yang telah kita terima, dan bahagia lah kita. Pun juga tak perlu alasan yang sangat ‘wow’ untuk menjadi bahagia. Bertemu dengan orang-orang terdekat, berbagi suka-duka bersama juga dapat menghadirkan kebahagiaan yang luar biasa.
Sesederhana itu memang. Masihkah perlu alasan untuk menjadi bahagia?
Belanja Online
Juli 14, 2009 at 10:51 am | In Begini Ceritanya.. | 25 CommentsTags: Baju, Transaksi Online

Kemarin tiba-tiba temen saya nawarin dress. Foto dress itu dipost di FB, jadi saya tau barang yang ditawarkan. Dan setelah kontak beberapa saat, akhirnya disepakati kalau hari ini saya lihat barang aslinya terlebih dulu. Bukan barangnya yang membuat saya tergerak untuk update blog. Tapi pembicaraan saya dengan teman saya si penjual tersebut. Singkatnya, sebenarnya dress tersebut dibeli teman saya secara online. FYI : teman saya memang hobi belanja online. Tapi karena setelah sampai ke rumah dress tersebut ternyata kekecilan, jadi terpaksa dress tersebut dijual.
Kasus seperti teman saya sebenarnya bukan yang pertama dialami di dunia online shopping. Terutama kalau barang yang dijual berupa produk yang membutuhkan ukuran pasti seperti baju atau sepatu. Bisa jadi ukurannya kekecilan atau malah kebesaran. Sedangkan aturan utamanya jelas, “Barang yang sudah dibeli tidak dapat dikembalikan.” Kalau barangnya masih dalam level ‘terjangkau’, bisa seperti teman saya tersebut. Jual saja ke teman yang lain. Tapi kalau harganya berjuta-juta, pasti sedikit kesulitan mencari orang lain yang mau membeli barang-salah-beli tersebut. Yang paling penting : pastikan benar-benar ukuran yang ditawarkan. Biasanya kalau baju, ukuran yang ditawarkan diberikan secara detail seperti lingkar lengan, lengkar pinggang, panjang baju, dll. Teliti sebelum membeli saudarah-saudarah!! Termasuk si penjual, kira-kira bisa dipercaya atau tidak. Biasanya sih teman-teman saya suka beli-beli barang yang ditawarkan di kaskus. Ada juga sih yang beli di sini. Sekali lagi saudarah-saudarah.. Teliti sebelum membeli!!
*Sok tau deh saya.. Padahal belom pernah belanja online*
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.








