Bed Rest — 5 Minutes Update

Jadi, kemana kah saya selama ini?

Umm.. Beberapa waktu lalu saya cuti sementara dari kerjaan buat fokus sama urusan skripsi. Jadi wajar kalau ada beberapa orang yang mempertanyakan kehadiran saya di tempat kerja. Kemudian, bagaimana nasib skripsi saya? Sayangnya, tidak berjalan lancar seperti harapan saya.

Saya tau dan sadar, menyerah atau putus asa sangat tidak disukai oleh Tuhan. Juga fakta bahwa pelaut yang tangguh tidak dibentuk oleh lautan yang tenang. Oleh karena itu, saya tidak ingin menyerah begitu saja walaupun pada kenyataannya, mengharuskan saya berjuang sendiri. Menempa diri, mengeraskan hati. Tapi alarm tubuh saya telah berbunyi, dan lusa kemarin saya collapse. Nasihat dokter, yaaaa sama aja.. seperti dokter-dokter pada umumnya : saya harus bed rest, duduk manis, tidur-tiduran, memikirkan hal yang menyenangkan, menjauhi stres, kalau perlu berlibur. Whaaaat? Berlibur? Kerjaan saya masih banyak, Pak Dokteeeerrr………

Sedih? Jelas. Karena dengan begitu lagi-lagi kuliah saya molooor. Ditambah fakta mengecewakan beberapa orang dan harus collapse. Sigh. Menyebalkan. Tapi untuk waktu-waktu berjuang dan belajar kemarin, no regret at all.

Apakah saya menyerah? Tidak. Saya masih memperjuangkan kelulusan saya pastinya. Lalu kejadian collapse kemarin, saya rasa saya mendapat hikmahnya. Paling tidak sekarang, saya tau pasti kapasitas diri saya. Iya, Tuhan.. Maafkan saya yang tidak menyadari bahwa tiap manusia terlahir dengan peran dan kapasitasnya masing-masing. Maafkan saya yang telah menyakiti tubuh titipanMu ini.

*Biasa.. Bawaan demam : suka meracau tidak jelas. Aaaaaah.. Saya benci jadi ‘tahanan’ bed rest. Cuma bisa gulung-gulung kanan-kiri di atas kasur, ga bisa ngapa2in, maen henpon, apdet juga via henpon :cry:

Berubah Karena Orang Lain

Banyak cerita yang akhir-akhir ini mampir di telinga saya. Tentang seorang teman yang tiba-tiba rajin beribadah, teman yang berganti selera musik, teman yang mau bersih-bersih rumah pagi-pagi, sampai cerita tentang teman yang tiba-tiba jadi hobi selingkuh.

Perubahan mendadak itu bukan tanpa alasan. Bukan dari diri sendiri, melainkan karena orang lain. Kalau perubahan tersebut ke arah yang lebih baik, jelas saya bersyukur dan bahagia sebagai temannya. Kalau perubahan itu justru mengarah ke tindakan-tindakan yang tidak baik dan benar, sayang sekali.

Tapi.. Perlu kah?

Berubah karena orang lain?
Bukannya jika orang tersebut memutuskan untuk berubah -entah ke arah yang baik atau yang buruk, seharusnya tidak disebabkan oleh orang lain? Karena pada banyak kasus, perubahan yang disebabkan oleh orang lain justru hanya bersifat temporer.

Dan saya pun masih bertanya-tanya..
Perlu kah mengubah kepribadian kita karena orang lain?
Sampai-sampai jika terlalu terobsesi pada orang lain tersebut, sampai-sampai mengorbankan jati diri sendiri.
Dan jika orang tersebut benar-benar ingin mengenal kita, maka seharusnya mereka juga bisa menerima diri kita apa adanya — dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Jadi ingat salah satu lagu..

Don’t you ever wish you were someone else,
You were meant to be the way you are exactly.
Don’t you ever say you don’t like the way you are.When you learn to love yourself, you’re better off by far.
And I hope you always stay the same,cuz there’s nothin’ ’bout you I would change.

- Stay the Same by Joey McIntyre -

Menanti Wangsit

pray

Dear God, please help me..

Kali ini saya serius..

Sudah berbulan-bulan ini ribet dengan deadline tugas akhir yang tak kunjung berakhir. Dan sampailah saya pada satu titik dimana pencerahan tak kunjung datang. Ndak ada ideeeeee. Ini diapain lagi seharusnya..? Pengerjaan menjadi stuck dan menghalalkan segala cara trial-error awur-awuran dengan harapan mampu menampilkan hasil yang sesuai. Tapi sudah jelas tak mungkin..!! Namanya juga asal. Aaaaah.. Di saat seperti ini saya pengen sekali ketemu sama si wangsit.

Wangsit.. Wangsit.. Wangsit.. Datanglah..
*menghentakkan kaki tiga kali*

GoNi-GoNi : Gombalan Nista!!

Nih poto diunduh langsung dari fesbuknya :D

Pada tau Fitri Tropika kan..? Itu lo.. Yang jadi model vid klip Status Palsunya Vidi Aldiano. Saya tuh selalu penasaran ngeliat perannya yang lebay-dan-sok-drama-queen sebagai De Rahma di New Prime Time yang tayang setiap minggu jam 8 malam di Trans. Nah, kemaren itu topik ceritanya membuat saya teringat obrolan bersama teman-teman di suatu coffee shop. Gak bakal bosen deh ngomongin topik ini.

GoNi-GoNi : Gombalan nista!!

Buat para pria, semoga menjadi penggombal yang mabrur
Buat para wanita, waspadalah!! waspadalah!!

Back to Fitri Tropika alias De Rahma. Singkatnya, dia dapat paket dari secret admirer yang berisi tiga benda. Nah, buat yang sok dan pede amit buat ngegombal dapat meniru adegan selanjutnya. Tiga benda yang dikirim itu : kunci, sendok, sama handuk. Tempelkan potongan kertas di tiap benda tersebut. Pada masing-masing kertas, tuliskan gombalanmu kira-kira bisa contek yang model begini. Lanjut membaca

Sssssstt… Pamali!!

Anak gadis itu………………..
Kalau makan ndak boleh di depan pintu.
Kalau makan harus dihabiskan biar ayamnya ndak mati.
Kalau nyapu harus bersih biar suaminya ndak brewokan.
Kalau masuk rumah, ndak boleh pake topi ato payung.

Haaa? Emang kenapa..?
PAMALI!!

Pamali, menurut saya adalah kepercayaan tentang hal-hal buruk yang mungkin terjadi akibat melakukan sesuatu. Entah bagaimana di daerah lain. Tapi karena saya lahir dan besar di lingkungan yang Jawa banget, dari kecil saya sudah sering sekali mendengar hal-hal yang dihubung-hubungkan dengan pamali ini. Dan entah kenapa, walau pun saya tidak punya ayam, toh saya tetap menghabiskan makanan saya. Sugesti yang diberikan sejak kecil itu pun tertanam sampai sekarang.

Sebenarnya saya ingin sekali iseng-iseng mampir ke peternakan ayam dan menanyakan statistik ayam yang mati di sana. Mungkin, jumlah ayam yang mati berbanding lurus dengan jumlah pekerja yang tidak menghabiskan makanannya. Sekedar ingin tahu saja, pamali memang hanya pamali atau bisa terjadi di kehidupan nyata :D

Cara Ampuh Melupakan Seseorang

Trapped in the past,
I just can’t seem to move on
(Way Back Into Love by Hugh Grant)

Kadang, seseorang di masa lalu masih saja seliweran di pikiran kita sampai saat ini. Langsung deh saya iseng-iseng pasang status di FB – “The Best Way to Forget Someone”, sampe nanya sama si Mbah Google. Ini niiiihh hasilnya.. The Best Way to Forget Someone, cara ampuh melupakan seseorang adalaaaaaahh.. Lanjut membaca

FGD, Gay, dan Coklat Stroberi Sore Itu..

coklat_strawberryDisclaimer : Tulisan ini bukan bentuk sentimen terhadap kaum pria atau golongan tertentu :D

Saya ingat quote dari seorang teman :

“Cowok itu ada dua golongan.
Golongan pertama : cowok buaya.
Kalo dia gak masuk golongan pertama, berarti dia masuk golongan kedua : GAY!!” :mrgreen:

Lanjut membaca

Surat Cinta : Catatan Kecil dari Seorang Sahabat

Tulisan ini sebenarnya murni bukan hasil karya saya. Jelas saja. Saya bukan tipe mellownista, dan jenis makhluk romantis melankolis. Saya hanya membaca sebuah note berjudul ‘……’ dari seorang sahabat SMA, meresapi maknanya, dan menyadari sindiran dalam tiap katanya. Tapi karena saya menyukai tulisannya, akan saya bagikan untuk Anda. Humm, atau mungkin sahabat saya terpengaruh nuansa Februari..? Entah..

Hidup begitu penuh dengan pilihan…

Hidup atau tidak hidup (untuk tidak mengatakan ‘mati’),
berjumpa atau berpisah,
mendekat atau menghindar,
mempertahankan atau melepaskan,
mengingat atau melupakan…

Dan berjumpa denganmu adalah awal… ketika aku memulai segalanya untuk:
mengenalmu, jatuh hati padamu, mendekatimu, merasa sakit lantaran merindukanmu, berbahagia, mencintaimu, mengharapkanmu, mengira tak cukup baik bagimu, mempertahankanmu… hingga pada satu titik melepaskanmu… Lanjut membaca

Curhat Ah…………….

Yippiiiiiiiiii… Semester tujuh!!!!!!!!!!!!!!

Humm.. Dari mana saya harus bercerita? Toh begitu terbebas dari Kerja Praktek di awal agustus, saya sudah ditunggu orang ini, itu, dan lain-lain. Himpunan memanggil, begitu saya mengulang perkataan orang ini. Puih.. Jadilah saya banyak menghabiskan waktu di sekretariat hima, rapat online dengan beberapa orang yang masih ber-KP-ria di luar Surabaya, dan lain-lain.

Awal semester ini tak mudah terlalui sebenarnya, terlebih saat di awal semester, masa perwalian, saya memaksakan diri menyusun ulang mimpi-mimpi yang dulu telah saya rancang. Sedih? Bukan. Lelah lebih tepatnya. Lanjut membaca