Siapa Bilang Orang Tua Berhenti Belajar?

Desember 11, 2009 at 12:13 pm | In Life, Whatever Things, pendidikan | 12 Comments
Tags:

Saat istirahat makan siang di kantor, saya mendapat telfon dari sebuah nomor tak dikenal. Baru setelah berbincang sebentar, saya jadi ingat suara di seberang telfon itu. Menyapa saya dengan, ‘Mbak Sari, masih ingat saya? Saya Rizki, Mbak.. Mahasiswa PIKTI.’

Ooooh.. Saya hanya menjawab dengan ‘O’ panjang sebelum perbincangan singkat pun mengalir. Saya dan Pak Rizki berkenalan tahun lalu. Saat saya menjadi asisten dosen mata kuliah Software Perkantoran di sebuah lembaga pendidikan profesi. Berbeda dengan hari biasa, Senin-Jumat, hari Sabtu merupakan hari untuk kelas ekskutif. Awal bergabung di sana sebenarnya cukup membuat saya syok. Karena bukan anak-anak seusia saya yang ada di sana, melainkan bapak-bapak dan ibu-ibu yang sepertinya berusia sepuluh tahun lebih tua daripada saya.

Saya pun sadar, dan membenarkan kalimat, ‘Tak ada kata terlambat untuk belajar.’ Pun dalam prosesnya, semakin banyak tantangan yang harus dihadapi. Para tenaga ajar yang terlibat di dalamnya pun harus memiliki tingkat ketelatenan dan kesabaran yang ekstra. Misalnya saja untuk mata kuliah tersebut (Software Perkantoran), kesalahan dan pertanyaan yang diungkapkan oleh peserta ajar sangat sederhana. Kurang tanda titik, lupa menyimpan dokumen yang telah dibuat, atau lamanya waktu untuk dapat menyelesaikan satu dokumen tugas. Namun, di situ lah para pengajar harus telaten untuk memberikan pengajaran.
Saya masih ingat dulu, setelah break istirahat siang kelas eksekutif dan berbincang santai dengan para murid di sana, hampir semua bapak dan ibu yang ada mengeluh karena pelajaran yang diberikan sangat susah. Saya pikir, mereka akan menyerah. Namun, nyatanya.. Semangat untuk tak henti belajar membuat mereka datang kembali di minggu depan.

Back to the topic. Telfon Pak Rizki tadi siang hanya ingin sekedar menyapa, memberitahukan nomor barunya, sekaligus pamit. Pak Rizki yang menurut cerita beliau telah mahir menggunakan software perkantoran akhirnya naik pangkat, dan dipindahtugaskan ke Semarang. Saya jadi turut bahagia mendengarnya. Kalau saat itu Pak Rizki menyerah dan berhenti belajar, mungkin sekarang beliau tidak sedang berkemas ke Semarang :)

Jadi, siapa bilang orang tua berhenti belajar?
Kita yang muda-muda ini, malu dong sama Pak Rizki kalau kita males-malesan :p

eRepublik

Desember 10, 2009 at 12:32 pm | In Begini Ceritanya.., Whatever Things | 3 Comments
Tags: ,

Saya pernah mikir, gimana rasanya ada di suatu negara kecil, trus ikut organisasi, gabung di partai, masuk militer, de el el. Dan pada suatu hariiiii, saya dapet invite buat gabung di eRepublik. Apa sih itu?

eRepublik ini merupakan salah strategy game. Tapiii.. bukan macem DotA dkk. Di sini, setiap warga negaranya punya kekuatan untuk membuat perubahan dan memenuhi target ekonomi, politik, dan militer. Tergantung pinter-pinternya kita buat atur strategi deh.

Wups.. Saya juga ga mau spoiler banyak-banyak. Orang saya juga masih nyubi. Kalo kata adminnya sih, permainan ini awalnya membosankan. Karena kita cuma bisa kerja jadi kuli, beli makanan, ama latian. Tapi janjinya sih, kalo level kita udah tinggi kita bisa melakukan banyaaak hal seperti ikutan congress, bahkan bisa mencalonkan diri jadi presiden. Jadi sodara-sodaraaa.. Kalo berani dan ngerasa jago atur strategi, apalagi ampe jago ngatur negara, coba deh ikut gabung di sini.

UNICEF — Pendekar Anak

Desember 3, 2009 at 10:53 am | In Whatever Things, pendidikan | 5 Comments
Tags: ,

Tahukah Anda?

3 dari 10 anak di Nusa Tenggara Timur masih kurang berat badan
4 dari 10 anak masih kurang tinggi badan

Sadarkah Anda?

460 bayi meninggal setiap hari
Penyebabnya adalah penyakit yang seharusnya dapat dicegah melalui imunisasi
Itu setara dengan 1 bayi meninggal setiap 3 menit

Ingin berbuat sesuatu?
JADILAH PENDEKAR ANAK

Continue reading UNICEF — Pendekar Anak…

Update

Desember 3, 2009 at 10:05 am | In Whatever Things | Leave a Comment
Tags: ,

Waktu saya cek email, ternyata masih ada email notifikasi komen baru di blog ini. Saya terharu. Ternyata masih banyak yang suka baca-baca tulisan-tulisan saya. Terima kasih, sodara-sodaraaaaa…
*nangis haru*

Padahal, sodara-sodara.. Sudah beberapa hari ini saya pindah ke rumah baru. Di sana nanti saya cerita liputan singkat tentang Youth Engagement Summit (YES) 2009 di Kuala Lumpur, Malaysia. Bukan dengan receh di kantong saya. Semuanya free, bahkan dapet uang saku. Hanya saja, sepulangnya dari sana ada rasa sesak di dada untuk memikirkan apa-apa yang dapat saya berikan untuk negara ini. *ciyeh.. bahasanyaaa..

Lalu…?

Saya juga mo ngajakin sodara-sodara yang ada di sini buat gabung sama saya di Pendekar Anak. Nah loooo.. Apaan itu? Baca-baca di sini dulu ya sebelom saya update-update lagi :D

Perubahan Itu..

Oktober 27, 2009 at 3:13 am | In Whatever Things | 23 Comments
Tags: , ,

Blogmu kok nggenah saiki?!

Kalimat di atas, jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia berarti ‘blogmu kok bener sekarang?’ Satu kalimat pertanyaan-sekaligus-pernyataan yang tiba-tiba muncul di chat window saya suatu siang dari seorang senior. Saya berpikir sejenak. Saya pun kemudian hanya membalas dengan emoticon titik dua tutup kurung :)

Bukannya narsis, tapi saya sadar kalau blog ini bertransformasi. Ya jelas lah. Isi blog kan dipengaruhi oleh kondisi kejiwaan si empunya blog. Jadi anggap saja saya pun bertransformasi menjadi lebih ‘nggenah’. Continue reading Perubahan Itu…..

Tomat Itu, Buah atau Sayur?

Oktober 12, 2009 at 11:48 pm | In Gak jelas, Whatever Things | 22 Comments
Tags: ,

buah tomatbuah tomat

Serius deh.. Gara-gara iklan susu formula yang terkenal sama ‘papasaurus’ itu, episode selanjutnya saya jadi dapet pertanyaan macem judul artikel ini dari ponakan-ponakan saya yang masih balita.

Setelah ngobrol sana-sini sama beberapa orang, akhirnya dapet jawaban -versi saya-

Tomat itu…. BUAH!!
Alesannyaaaaa :
1. Karena pada dasarnya -menurut buku biologi- tomat merupakan hasil dari penyerbukan dan pembuahan.
2. Adanya percampuran antara ilmu pengetahuan dan kuliner. Penggunaan tomat sebagai bahan makanan yang dicampurkan pada berbagai macam masakan membuatnya kemudian disebut-sebut sebagai salah satu jenis sayuran.
3. Karena pertanyaannya : tomat itu buah atau sayur jadi jawabannya jelas buah. Kalau pertanyaannya : tomat itu sayur atau buah, jawabannya ya sayur laaah!! *oke.. bagian ini saya asal*

By the way,
Saya punya blog baru looo..
Monggo mampir di http://sariajah.com/

Berubah Karena Orang Lain

Oktober 3, 2009 at 9:04 am | In Out of My Mind, Whatever Things | 15 Comments
Tags: , ,

Banyak cerita yang akhir-akhir ini mampir di telinga saya. Tentang seorang teman yang tiba-tiba rajin beribadah, teman yang berganti selera musik, teman yang mau bersih-bersih rumah pagi-pagi, sampai cerita tentang teman yang tiba-tiba jadi hobi selingkuh.

Perubahan mendadak itu bukan tanpa alasan. Bukan dari diri sendiri, melainkan karena orang lain. Kalau perubahan tersebut ke arah yang lebih baik, jelas saya bersyukur dan bahagia sebagai temannya. Kalau perubahan itu justru mengarah ke tindakan-tindakan yang tidak baik dan benar, sayang sekali.

Tapi.. Perlu kah?

Berubah karena orang lain?
Bukannya jika orang tersebut memutuskan untuk berubah -entah ke arah yang baik atau yang buruk, seharusnya tidak disebabkan oleh orang lain? Karena pada banyak kasus, perubahan yang disebabkan oleh orang lain justru hanya bersifat temporer.

Dan saya pun masih bertanya-tanya..
Perlu kah mengubah kepribadian kita karena orang lain?
Sampai-sampai jika terlalu terobsesi pada orang lain tersebut, sampai-sampai mengorbankan jati diri sendiri.
Dan jika orang tersebut benar-benar ingin mengenal kita, maka seharusnya mereka juga bisa menerima diri kita apa adanya — dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Jadi ingat salah satu lagu..

Don’t you ever wish you were someone else,
You were meant to be the way you are exactly.
Don’t you ever say you don’t like the way you are.When you learn to love yourself, you’re better off by far.
And I hope you always stay the same,cuz there’s nothin’ ’bout you I would change.

- Stay the Same by Joey McIntyre -

Cerita Hantu di Kampus

September 13, 2009 at 1:16 am | In Whatever Things | 15 Comments
Tags: , ,

ghostsTidak disarankan untuk pembaca yang mempunyai gejala parno dan tingkat ketakutan stadium akhir…..

 

Continue reading Cerita Hantu di Kampus…

Young and Talented

September 1, 2009 at 4:58 am | In Whatever Things | 15 Comments
Tags: , , , , , ,

Saya emang suka ama Bang Jason Mraz. Akhirnya iseng-iseng streaming di youtube video-videonya Bang Jason. Waktu liat video yang judulnya Lucky, di bagian related videos saya ketemu sama salah satu video yang membuat saya lumayan excited. Alasannya karena duo penyanyi kakak adik di video itu orang Indonesia. Yep. Youtube artist from Indonesia. Namanya Gamaliel (kakak) ama Audrey (adik) Tapiheru. Di Youtube banyak banget video lain yang mereka upload sendiri. Dan semuanya kereeeeeen. Dari nanya-nanya Mbah Google, dapet info kalo mereka berdua masih di bawah 20 tahun. Another young and talented people from Indonesia..

Saya kasih bocoran videonya… Continue reading Young and Talented…

Transformer 2 : Revenge of The Fallen

Juni 25, 2009 at 8:36 am | In Life, Whatever Things | 32 Comments
Tags: , , ,
Revenge of the Fallen

Wajib tonton : Revenge of the Fallen!!

Yang belom nonton boleh mupeng!! Kenapa? Karena film yang berdurasi hampir 2,5 jam ini T-O-P-B-G-T. Mungkin sedikit membingungkan di awal cerita terutama buat yang belum menikmati Tranformer season 1 (kok kek sinetron). Di sekuelnya ini, adegan action peperangan antara Autobots dkk melawan Decepticon dkk diobral habis-habisan. Bisa dibilang, hampir tidak ada waktu untuk menghela nafas. Namun Oom Michael Bay selaku sutradara rupanya cukup lihai menyelipkan gurauan di tengah-tengah ketegangan peperangan robot-robot itu.

Apa lagi yaaaa yang bisa saya ceritakan dari Transformer 2? Cukup diwakilkan dengan satu kata : SERU!! Sekuel ini memang sudah ditunggu-tunggu lama. Dan, karena kemarin saya dan ke-enam-belas-teman nonton saat premiere, bisa dipastikan panjang antriannya yang amit-amit. Tapi karena kita semua movieholic dan sudah hafal dengan tren antrian, diutus lah beberapa orang untuk rela antri di siang harinya.

Sekedar tips saja : kalau film yang ditonton termasuk film ‘populer’, untuk amannya minimal beli tiket saat dua sesi tayang sebelumnya. Misal : jam nonton 12.15 – 15.00 – 17.45 – 20.30. Kalau mau nonton jam 17.45, minimal udah antri jam 12.15. Kalau mau nonton jam 12.15? Yaaa.. Datengnya sebelom bioskopnya buka juga boleh coba. Kalau kepaksa dan mau nekat sih, Sok-Kenal-Sok-Dekat (SKSD) aja sama yang lagi ngantri di barisan depan :D

Selamat menontoooon!! :D

Halaman Berikutnya »

Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.