July 7, 2008 at 5:34 am · Filed under Gak jelas, Whatever Things
Pernah ngerasa pengen dengerin satu lagu yang sama seharian?
Diriku sih sering banget kek gitu. Bawaannya bikin ‘pleilis of ‘d dei’ ato ’soundtrack of ‘d dei’. Satu list isinya cuma satu lagu doang. Didengerin terus seharian. Ampe besok-besoknya juga bisa malah..
Lagu yang tidak beruntung itu adalah..
Jeng jeng jeng jeng.. Read the rest of this entry »
June 14, 2008 at 6:19 am · Filed under Whatever Things
Judul di atas menjadi topik utama yang saya pilih dalam sebuah kompetisi karya tulis mahasiswa sebulan yang lalu. Agak jauh menyimpang dari bidang studi yang saya ambil dalam perkuliahan memang. Sekedar pemberitahuan, kuliah saya berkitar pada bidang ICT. Pertanyaan yang banyak saya terima adalah, “Beneran informatika? Bukan anak psikologi? Kok informatika ngurusin masalah gini?” Banyak jawaban atas pertanyaan tersebut. Tapi bukan itu yang ingin saya sampaikan pada postingan saya kali ini.
Autistic Spectrum Disorder. Apa si? Read the rest of this entry »
May 2, 2008 at 1:41 pm · Filed under Whatever Things
February 21, 2008 at 6:40 am · Filed under Begini Ceritanya.., Whatever Things
Beberapa waktu yang lalu, saya terlibat pembicaraan singkat dan sederhana dengan seorang teman.
Teman : “Kamu pernah gak tiba-tiba ngerasa males ngapa-ngapain?”
Sari Keren : “Kayak bosen gitu? Trus ga mood buat ngapa-ngapain? Ya pernah lah.”
Teman : “Trus kamu ngapain?”
Sari Keren : “Ya gak ngapa-ngapain. Kan males ngapa-ngapain
“
Teman : “Glodhak.”
Hehe. Rasa malas yang sering datang tak dijemput pulang tak diantar tersebut memang bisa menjadi suatu masalah yang menyiksa. Dan pada banyak kasus, perasaan malas tersebut justru datang saat ‘korban’ terdesak oleh banyaknya task yang biasanya rumit, penting, dan mendesak hampir dalam satu waktu.
Saya juga sering didatangi rasa malas tersebut. Dan apa yang saya lakukan? Buanyaaakk 
Read the rest of this entry »
January 1, 2008 at 2:29 pm · Filed under Out of My Mind, Whatever Things
Masih terasa..
Tiap jam, menit, detik, di 365 hari kemarin.
Tawa, tangis, senyum, suntuk, dan semua emosi terekspresi.
Menyapukan ribuan warna akan makna.
Menginspirasi dan menjadi guru terbaik.
Jadi, belajarlah..
Belajar menjadi pembelajar yang baik.
Belajar dari 365 hari yang lalu.
Kini melangkah lah.
Karena 366 hari mendatang, akan banyak pelajaran-pelajaran baru.
Selamat belajar, Sar..
Selamat tahun baru 2008