Tentang Sesuatu yang Disebut Kita

Aku = 1
Kamu = 1

Aku + Kamu = Kita = 1

Ternyata gitu cara jumlahinnya..

Keliatannya simple.. Tapi ga tau knapa ngejumlahin biar hasilnya sama dengan satu itu susah banget.

Kadang-kadang di tengah proses menjumlahkan tersebut, salah satu komponen ada yang terlalu mendominasi.. Jadinya, Aku + Kamu gak sama dengan satu.

Nah, kalo dalam prosesnya ada revisi, oke deh.. Coba lagi proses penjumlahan dua komponen ntu.. Tapi lagi-lagi.. Ternyata ga segampang yang dibayangin.. Formula Aku + Kamu sama dengan satu itu ternyata cuma bisa didapet kalo dalam prosesnya, Aku dan Kamu mau berbagi dan menerima apa-apa yang Aku dan Kamu miliki. Juga mau berbagi dan menerima apa-apa yang Aku dan Kamu tidak miliki.

Sesuatu yang sederhana..
Tentang Aku..
Tentang Kamu..
Cuma tentang sesuatu yang disebut Kita..
Jadi bener-bener lengkap kalo Aku + Kamu = 1
Aku + Kamu = Kita

11 thoughts on “Tentang Sesuatu yang Disebut Kita

  1. Aku dan Kamu mau berbagi dan menerima apa-apa yang Aku dan Kamu miliki. Juga mau berbagi dan menerima apa-apa yang Aku dan Kamu tidak miliki.

    Itu yang jadi masalahnya, bisa nggak manusia menurunkan ego diri sendiri, demi menerima keegoisan orang lain?

  2. Mas DR –> huehuehue.. susah.. tapi bisa kan?🙂

    Mas Daniel –> waaa.. mas ini ga pandai matematika ya.. konsep gampang gitu aja dibilang aneh😀

  3. Aku = 0 , Kamu = 0, Aku + Kamu = 1…
    Aku dan kamu tidak akan ada sampai kita bertemu..

    gimana dengan analogi itu sar??😀

    *analagi ngawur, lari ah…*

  4. si abang –> wew.. jadi intinya ituh si abang pengen ketemu sama si neng biar hasil penjumlahannya bisa sama dengan satu gitu ya bang?😆

    – kabuur:mrgreen:

  5. Kadang-kadang di tengah proses menjumlahkan tersebut, salah satu komponen ada yang terlalu mendominasi.. Jadinya, Aku + Kamu gak sama dengan satu.

    Saya kira logikanya kurang tepat, bu. Bagaimana mungkin X bisa berbagi dengan Y kalau apa yang dimiliki X sama dengan apa yang dimiliki Y? X bisa berbagi dengan Y (memberi sesuatu pada Y) kalau ada sesuatu pada X yang tidak dimiliki oleh si Y. Dengan demikian, pernyataan yang mengatakan kalau untuk menjadi satu X harus sama dengan Y itu tidak pada tempatnya. Jika kondisinya adalah X = Y (tidak ada yang dominan), maka istilah “berbagi” dalam pernyataan anda dibawah ini tidak pada tempatnya juga.

    Formula Aku + Kamu sama dengan satu itu ternyata cuma bisa didapet kalo dalam prosesnya, Aku dan Kamu mau berbagi dan menerima apa-apa yang Aku dan Kamu miliki. Juga mau berbagi dan menerima apa-apa yang Aku dan Kamu tidak miliki.

    Atau mungkin saya yang salah mengerti. mungkin maksud anda, katakanlah ada sebuah persegi 4 yang utuh. kemudian si polan secara sembarang melakukan pemisahan (pemotongan) terhadap persegi 4 tsb. Nah, maka tepat pernyataan yg anda katakan kalau keduanya tidak bisa menjadi 1 lagi secara utuh jika dilakukan pengurangan atau penambahan (lagi) pada salah satu bagian. Karena jika demikian, hasil penggabungan keduanya tidak bisa jadi sempurna lagi.

    bagaimana dgn potongan yg simetris? konsepnya ya sama aja dengan poitongan yg sembarang. Masing2 membutuhkan potongan yang lain untuk dapat dikatakan satu kesatuan yg utuh (persegi 4 tadi. ato apa aja lah). Jadi fair aja kalau dikatakan salah satu potongan menjadi dominan dalam satu hal dan potongan yg lain menjadi dominan dalam hal lain. toh nantinya akan saling melengkapi bukan? Well, saya hanya terpukau dengan istilah “dominan” pada tulisan anda.

    but, postingan anda bagus juga.

    Cheers.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s