Mendengar dan Mendengar

Melihat sekilas judul buku Why Men Don’t Listen and Why Women Can’t Read Maps membuat saya tercengang. Kok ya ada orang yang barangkali terlalu ‘kurang kerjaan’ sehingga bersedia menyelidiki hal-hal semacam itu. Oke. Sebenarnya bukan itu yang ingin saya bahas. Apa yang ingin saya tulis kali ini merupakan apa yang saya pikir tentang perbedaan hearing dan listening.

Merupakan suatu anugrah mempunyai dua telinga yang seharusnya membuat kita lebih bisa banyak mendengar daripada berbicara.

Dari buku itu juga saya belajar, tentang teori bahwa pria tidak mendengar. Okay.. They hear but not listen:mrgreen:
Terlepas dari itu semua, ada satu persamaan antara pria dan wanita dalam hal dengar-mendengar. Kami (para wanita) yang walaupun mempunyai kemampuan mendengar jauh lebih tinggi dibanding Anda (para pria) ternyata pada kenyataannya sama-sama cenderung hanya ingin mendengar hal-hal yang ingin kita dengar, dan sama-sama cenderung tidak ingin mendengar hal-hal yang tidak ingin kita dengar.

Jadi, marilah belajar menjadi pendengar yang benar-benar mendengar (listen) dan bukan sekedar mendengar (hear)😀

Posted in Tak Berkategori

4 thoughts on “Mendengar dan Mendengar

  1. umm, klo baca buku itu ati2, jangan sampe ter-frame bahwa cowok itu gitu dan cewek itu gini (nyomot pesennya frandi pas dulu aku pertama baca buku itu). penelitian adalah penelitian, yang mana hasilnya sebenarnya adalah kecenderungan.
    benernya banyak cowok2 yang piawai untuk mendengar (listening), jauh lebih baik malah jika dibandingkan dengan beberapa cewek yang aku kenal.*aku ndak nyebut merk lho*
    yang jelas, manusia cuma butuh pengakuan. jadi hargailah dengan mendengar, ato dengan menyampaikan apa yang orang lain (kira2) ingin (ato merasa penting) untuk didengar😉
    *heleh, ngomong apa coba*🙄

  2. mas ven -> Udah tau.. Aku kan gak mengomentari siapa yang lebih berbakat mendengar.. Tidak sepenuhnya menyalahkan pernyataan-pernyataan yang ada di buku itu.. Tapi, tidak juga membenarkan pernyataan-pernyataan tersebut.
    Kan cuma bilang, entah itu wanita.. atau pria.. sama-sama cenderung hanya ingin mendengar apa-apa yang ingin didengar dan cenderung tidak ingin mendengar apa-apa yang tidak ingin didengar. Gimana-gimana, kemampuan mendengar itu yang perlu dilatih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s