FGD, Gay, dan Coklat Stroberi Sore Itu..

coklat_strawberryDisclaimer : Tulisan ini bukan bentuk sentimen terhadap kaum pria atau golongan tertentu😀

Saya ingat quote dari seorang teman :

“Cowok itu ada dua golongan.
Golongan pertama : cowok buaya.
Kalo dia gak masuk golongan pertama, berarti dia masuk golongan kedua : GAY!!”:mrgreen:

Apa yang ada di benak Anda saat mendengar kata-kata ‘Coklat Stroberi’?

Coklat Stroberi memang film lama. Tapi kalau baru sekarang saya membahasnya, itu karena dua hari yang lalu saya diundang dalam sebuah FGD (Focus Group Discussion) untuk pengerjaan Tugas Akhir seorang teman di Komunikasi Unair. Kebetulan, judul yang diambil untuk tugas akhirnya yaitu Penerimaan Mahasiswa Terhadap Representasi Romantisme Gay dalam Film Coklat Stroberi. Jadi lah Rabu sore itu, berkumpul lah mahasiswa-mahasiswa yang dipilih dari bebeberapa jurusan dan universitas di Surabaya.

FGD itu apa sih..?

Seperti namanya, FGD -Focus Group Discussion- atau yang biasa disebut dengan Diskusi Kelompok Terarah yang saya ikuti merupakan diskusi sebuah kelompok kecil yang terdiri kurang dari 7 – 10 orang. Diskusi memanfaatkan seorang moderator yang akan memastikan diskusi berjalan pada track yang sesuai. Pendekatan diskusi bersifat kualitatif, karena tujuan FGD ini pada dasarnya yaitu menggali persepsi informan melalui proses diskusi yang terjadi. FGD ini bisa dibilang jalan tengah penggalian informasi antara metode ‘survey’ yang cenderung hanya terlihat ‘di permukaan’, dan metode wawancara mendalam yang terkesan relatif bersifat ‘personal’ antara dua orang saja.

So, let’s start the FGD session. Karena FGD kali ini berhubungan dengan sebuah film, maka FGD diawali dengan menonton film Coklat Stroberi. Walau pun sudah pernah nonton, boleh lah ditonton satu kali lagi. Itung-itung refresh ingatan. Singkatnya, Coklat Stroberi adalah film yang memberikan gambaran kepada kita bahwa di sekitar kita terdapat beberapa orang yang memiliki ketertarikan sejenis (homoseksual). Di film tersebut, tokoh yang diceritakan sebagai gay adalah pasangan Nesta dan Aldi. Di akhir cerita, ternyata Nesta ‘sembuh’ dan beralih orientasi. Sedangkan Aldi bertahan dengan jati dirinya dan tetap menjadi homoseksual.
Puas nonton + makan malam, FGD pun dimulai. Moderator pun memberikan beberapa pertanyaan ‘pembuka’. Diskusi langsung memanas saat moderator bertanya,

“Bagaimana pendapat Anda tentang Gay? Pro atau Kontra?”

Kontraaaa!!! Ahahahahaiii.. Pertanyaan itu sukses membuat peserta diskusi heboh. Dari 7 orang peserta diskusi, 4 orang memilih kontra, sedangkan 3 lainnya memilih biasa saja. Saya sih jelas kontra. Alasannya simple saja. Dari data statistik yang ada, jumlah cewek : cowok kan 4 : 1. Kalau cowok itu gay, berarti makin kecil aja dong cowok-cowok yang bisa dipilih..?😆
Gay, menurut seorang peserta, terbagi menjadi dua. Gay karena gen (dalam artian jumlah gen wanita dalam tubuh seorang pria lebih banyak), dan faktor lingkungan. Misal : traumatik dengan wanita, lingkungan yang lebih nyaman diantara pria, atau juga dapat terjadi karena pengaruh teman yang juga gay. Gay karena faktor lingkungan memiliki kemungkinan ‘sembuh’ yang lebih besar. Sebaliknya, kemungkinan sembuh gay karena faktor gen sangat sedikit.

Di FGD itu, saya jadi banyak tau tentang dunia ‘gay’. Dari mulai tanda-tanda, kode, bahasa tubuh, sampai penggunaan ‘atribut’ yang masih ada sampai beberapa tahun yang lalu. Kehebohan dan diskusi yang terdiri hanya-dari-tujuh-orang-namun-terasa-seperti-tujuh-puluh-orang itu langsung terdiri karena tiba-tiba terjadi ‘pengakuan’ dari salah satu peserta diskusi. ‘Well, I’M Gay.’

ZzZzzzzzzz…

Speechless. Saya syok. Secara saya dari awal termasuk heboh berteriak ‘Kontra!!!’, dan ternyata saya harus berhadapan dengan salah satu dari mereka. OMG! Diskusi pun berlanjut kepada penerimaan gay di sekitar kita. Humm.. Pendapat saya : Ok. Fine. Saya masih tetap pada pendirian saya. Secara prinsip, saya tetap kontra terhadap keberadaan mereka. Tapi, that’s all. Saat kondisi memaksa saya dihadapkan pada lingkungan mereka, atau saat ada teman atau keluarga yang ternyata gay, saya tidak akan menjauhi atau memusuhi mereka. Yah, paling tidak, jikalau saya bertemu dengan salah satu dari mereka, saya pastikan tidak ada pacar atau gebetan di samping saya😀

Back to the movie. Jujur saja, romantisme gay sebenarnya tidak terlalu ‘vulgar’ di film tersebut. Pada akhirnya, ke-tujuh peserta FGD saat itu sepakat kalau film maker Coklat Stroberi cenderung setengah-setengah mengangkat dan membeberkan realitas tentang romantisme gay yang ada di sekitar kita. Sehingga film tersebut gagal mengungkapkan tujuan, maksud, dan isi film. Film itu pun hanya berkesan sebagai drama kisah cinta biasa.

Most of all.. Pengalaman yang tak terlupakan. Bertemu orang-orang baru yang heboh, ramai, dan sukses menambah pengetahuan saya. Plus makan malam yang mengenyangkan. Big thanks to all of U. Special buat Putri, gud lak buat tugas akhirnya😀

48 thoughts on “FGD, Gay, dan Coklat Stroberi Sore Itu..

  1. Dulu itu: Dari 8 dari sepuluh cowok adalah buaya, yang 2 menyukai salah satu dari 8 cowok itu.😀

    Prinsip dasarku dari dulu simple, hubungan seks sesama jenis itu dosa, tapi bukankah kita semua orang berdosa…😀
    Jadi, terima apa adanya, asal lo g berusaha pdkt ke gue, gue sih asik2 aja…😛

  2. kalo ada orang yang quote golongan cowok ada 2, (opini pribadi nih) kalo cewek ada 4 lho:
    1. cewek standar
    2. cewek buaya
    3. lesbi
    4. bisex

    don’t get offended ladies… :p

    btw, liat komen daniel diatas kok rasanya dia lebih berorientasi gay ya… :p

  3. Punya teman gay pas SMA seh… Enak, konco ceweknya akeh, dan de’e yo seneng ngenalno.😀

    Ada juga yang lebih closed… Nggak kentara…

    Biasa sajalah… timbang fobia mending nyante ae…
    Kenapa harus takut?

  4. weks, quote nya yang trakir itu kok? zzzzz…
    hha… klo quote ku gini

    “Smua co itu pada dasarnya buaya, klo bukan buaya ya namanya non-buaya” hehe..

  5. Ada yang pernah bilang; kalo cowok itu buaya, maka cewek itu lubang buaya.:mrgreen:

    Soal gay, saya sependapat dengan dnial. IMO akan lebih baik kalo makin banyak cowok (cakep dan kaya) yang gay, karena akan mengurangi pesaing tuk dapet cewek.:mrgreen:

    1. Ikutan almascatie aja gimana?
      Bikin golongan baru
      Golongan : ‘netral’😀

      *tapi g tau tuh netralnya gimana. Ato jangan2 netral itu.. Ga suka siapa2 ya?:mrgreen:

  6. Weew….U really wrote it on, Jer……!!

    Ahahaiy…
    Sudah kuduga, mengundangmu berarti ‘membuka’ gerbang bagi ‘non peserta’ untuk turut ambil bagian dalam proses-diskusi-yang-tertunda.
    *Sekalipun mereka -mungkin- bukan remaja, sudah tidak tercatat sebagai mahasiswa, dan belum pernah menonton pilem Coklat Stroberi..
    >>sekalian ngeralat judul film ‘in Indonesian, please, strawberry’-nya…:p

    Dan..ingatkan aku, bahwa tidak sia-sia menyogokmu makan malam…

    *psst, lumayan… buat bahan lampiran euy, tulisanmu yang ini…!!🙂

    Perlu ngurus surat izin pemanfaatan hak cipta tak, aku?
    *wink, wink…

    1. Maaf, Bu Moderator..
      Kata ‘strawberry’ udah diganti ‘stroberi’ tuh😀

      Boleh lah tulisanku kau jadikan lampiran Tugas Akhirmu
      Gud Lak de buat TA-nya😀

      1. Dirimu memang baek, Jeerrr!!!
        :p

        Sumhow…kalo lh keilangan daya dan mood nggarap, baca tulisanmu bikin aku semangat -lagi- nggarap yang tertunda euy!!!
        Mengingat-menimbang-memutuskan… deadline pengumpulan terakhir Jumat, tanggal 19 Juni 2009 besok!!

        Argggghhhh…..!!!!
        😀😀😀

        Smangads, smangaadss, smanggaaaadsssss!!!!!

        :p

  7. “Cowok itu ada dua golongan.
    Golongan pertama : cowok buaya.
    Kalo dia gak masuk golongan pertama, berarti dia masuk golongan kedua : GAY!!”

    Bijak banget tuh kata-kata sumpe
    bakal diriku jadiin pedoman hidup dan akan disebarkan pada semua yang ditemui:mrgreen:

  8. dulu pas sma ada sih temenku yang cowo tulen..punya cewek..eh2 gak taunya,,pas udah kuliah.,..berubah jadi gandeng cowo…

    ckckck…itu karena lingkungan kali ya…

    1. kalo kata mas dr di atas, ada 4 golongan

      tapi kalo mnurut saya sih, cowok cewek sama aja kok..
      tergantung personel masing2😀

      mnurut mbak, enaknya cewek ada berapa golongan ya?

  9. sebenernya aku sih baru tew tentang film coklat stroberi kemaren. yah aku pikir kayak film saus kacang ato bronis gitu,,, abis aku tertarik dengan judul film nya saja,,,n aku kira ada acara buat buat cake,,,,eh gag taunya,,abis browsing,,,yah,,,, gwe salah besar!!!!!

  10. gay emank ada….. g perlu dijauhi tp jg terlalu dekat kalo qmu ada orientasi ke sana ato mo coba2…. nyatanya, laki staright pun bisa jd gay kalo lama2 deket gay…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s