MICROSOFT BLOGGERSHIP 2010 : Jelas Berbeda di Desa

Foto-foto ini diambil saat saya dan teman-teman kuliah di T.Informatika ITS Surabaya mengadakan satu kegiatan yang diberi nama ‘TC Goes To Village‘. Pencarian data ‘buta huruf terbanyak’ di Badan Pusat Statistik (BPS) mengantarkan kami ke suatu desa di Pasuruan, Jawa Timur. Asumsi kami, desa dengan tingkat buta huruf terbanyak merupakan desa yang memiliki tingkat pendidikan rendah.

Miris. Iya. Miris. Di saat kami -yang notabene mahasiswa IT- sudah sangat akrab dengan internet, messenger, virtual class, SIM Akademik online, forum diskusi online dan lain-lain, mereka di sana justru belum pernah ‘berkenalan’ dengan komputer dan laptop. Keadaan jelas berbeda di desa tersebut.

Mayoritas penduduk di desa tersebut mendapatkan sumber penghasilan dari aktifitas dagang. Kegiatan kami di sana akan berbagi pengetahuan tentang pengenalan dasar komputer, dan aplikasi-aplikasi yang dapat digunakan di sekolah untuk menunjang proses belajar-mengajar seperti aplikasi-aplikasi MS Office. Di luar dugaan, berita tersebut ternyata telah didengar oleh penduduk desa. Saat kami datang saja, penduduk-penduduk yang menemui kami tampak sangat antusias bertanya-tanya tentang materi yang akan kami ajarkan esok hari. Kami mengambil lokasi pengajaran di salah satu sekolah di desa tersebut. Target peserta yang akan mengikuti acara ini adalah murid-murid MTs dari kelas 7 s.d. kelas 9. Selain itu pula, guru dan perangkat desa juga mengikuti acara ini.

Saya, teman-teman saya, blogger, dan bahkan Anda… saya yakin dengan gampangnya mengakses internet, blogwalking bahkan dari teknologi mobile. Akun FS saja pasti sudah dimiliki sejak bertahun lalu. Buat saya juga sudah bukan hal yang aneh jika kami -mahasiswa T.Informatika ITS Surabaya- berinteraksi dengan dosen tentang mata kuliah melalui forum, atau bahkan mengetahui info-info dari FB dan Twitter. Juga tak asing lagi saat kami harus melakukan conference untuk suatu mata kuliah dan ujian secara online. Tapi hal tersebut tidak berlaku di sana. Jangankan mobile atau social network, untuk menyalakan komputer saja, mereka masih belum bisa. Eits, saya serius dan tidak mengada-ada. Karena nyatanya, cita-cita pemerataan pendidikan dan teknologi informasi di negara kita masih belum menyentuh mereka yang berada di desa kecil.

Para peserta sangat antusias mengikuti tiap sesinya dengan penuh perhatian seolah tak ingin melewatkan tiap butir pengetahuan baru yang mereka dapatkan. Duduk di lantai tanpa alas pun tidak masalah. Tidak sebanding dengan ilmu yang akan mereka terima.

Tak hanya pengenalan komputer, kami pun memberikan materi aplikasi perkantoran dasar dari Microsoft yaitu MS Word dan MS Powerpoint. Di ruangan berbeda, materi tersebut tidak diberikan dengan menggunakan komputer, melainkan laptop/notebook. Peserta yang terdiri dari murid-murid SMP tersebut rupanya memicu rasa ketertarikan bocah SD di desa tersebut. Mereka ingin sekali merasakan pengalaman mengoperasikan komputer/laptop juga membuat presentasi. Tak tega melihat semangat dan rasa penasaran mereka, kami pun mengijinkan mereka masuk dan bergabung bersama kakak-kakak mereka yang sudah duduk di bangku SMP dengan catatan bersedia untuk rapi dan tidak gaduh.

Mengenal notebook pada awalnya membuat mereka di sana ragu. Namun, perlahan mereka menikmati materi dan dengan asiknya mencoba membuat presentasi menggunakan aplikasi MS Powerpoint. Dimulai dengan membuat desain tiap slide yang ada, kemudian menambahkan animasi-animasi, dan menjalankan presentasi yang telah dibuat. Senyum dan tawa riang menyiratkan betapa menyenangkannya hal-hal baru tentang komputer dan teknologi informasi untuk mereka. Belajar secara sederhana dengan presentasi powerpoint saja sudah memberikan suasana yang jauh berbeda. Lebih hidup, dinamis, dan bersemangat.

Tiga hari di sana sebenarnya belum cukup untuk membagikan lebih banyak ilmu. Sebelum pulang, kami memberikan beberapa perangkat komputer yang dapat digunakan untuk menunjang proses belajar-mengajar di sana. Keberadaan kami di sana hanyalah awal, sebuah investasi kecil yang jika dipupuk akan berbunga indah. Siapa tahu saja dua puluh lima tahun ke depan, justru anak-anak desa yang awalnya ‘gaptek’ ini lah yang akan menjadi Menkominfo Indonesia🙂

rindu senyuman lugu mereka🙂

Sekecil apa pun, sesederhana apa pun, bentuk kepedulian kita untuk menyampaikan kemajuan teknologi informasi kepada masyarakat dapat menciptakan kualitas pendidikan yang lebih baik. Terlebih lagi, jika kita bekerja sama menyebarkan pengetahuan sampai ke pelosok desa, kita bisa membantu pemerintah untuk perataan pendidikan dan cita-cita bangsa bagian ‘mencerdaskan kehidupan bangsa’ seperti tercantum pada alinea empat pembukaan UUD 1945 pun dapat tercapai. Salah satu bentuk yang dapat dilakukan yaitu dengan program MICROSOFT BLOGGERSHIP yang memberikan kesempatan kepada narablog muda untuk berkontribusi di masyarakat dalam bidang pendidikan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi dalam menciptakan suasana belajar yang lebih hidup dan kreatif. Pendidikan merupakan tanggung jawab kita semua… Bukan begitu, saudara-saudara?😀

67 thoughts on “MICROSOFT BLOGGERSHIP 2010 : Jelas Berbeda di Desa

  1. seharusnya ada yang melanjutkan kegiatan semacam ini ya…jadi berkesinambungan gtu….sembari memantau perkembangan ilmu yang telah mereka dapet🙂

    1. satu kabar yang baru-baru ini saya terima..
      dari pihak himpunan di jurusan saya (HMTC-ITS) akan mengadakan kegiatan serupa sebagai tindak lanjut🙂
      kali ini karena pemikiran dan persiapan sudah dilaksanakan jauh-jauh hari, diharapkan lebih banyak desa yang bisa kita cover🙂

  2. ass ww …….ntar klo dah jadi pejabat biasanya lupa tuh kegiatan2x spt itu, buat rakyat!!!, kudunya emang disaat msh kuliah perbanyak kegiatan kayak gitu…ntar kalo dah jadi pejabat biar ga disalahin…[ngeles:…..kan waktu kuliah dah sumbang bakti?]…orang lain loh bukan mba sari ajah!!, di negeri tetangga sono!!

  3. wah acara yg bagus…
    smoga semakin sedikit desa2 yg gak melek teknologi…

    dari foto terlihat sekali ya klo anak2 tsb sangat berminat…

    ya semoga semakin banyak mahasiswa yang terjun langsung ke lapangan seperti yang mbak lakukan tsb..
    saya sangat kecewa dengan tingkah laku mahasiswa jaman skrg..demo2 anarkis, tawuran, dsb…bener2 memalukan

  4. Benar-benar kegiatan yang bermanfaat dan tepat sasaran…
    tepat sasaran karena kegiatan dilakukan di desa yang memiliki tingkat pendidikan rendah (baca: “buta huruf terbanyak” versi BPS )yang memang memerlukan perhatian lebih agar setidaknya tidak ketinggalan dari desa lainnya yang mungkin sedikit lebih beruntung…
    Kalo boleh usul, kegiatan ini dibuat berkelanjutan, dengan menjadikan desa tersebut sebagai pilot project (semacam desa binaan), diagendakan minimal setiap tahun wajib dikunjungi untuk memantau perkembangannya, sehingga ilmu-ilmu yang telah didapatkan juga dapat berkelanjutan tidak hanya berhenti setelah adanya kegiatan tersebut (hanya bikin ngiler ajah :D). Pada akhirnya, Teknik Informatika ITS bangga punya desa binaan yang sukses melek IT walaupun pelosok,,,

  5. Semoga mendapatkan dana lebih supaya bisa memberi barang yang ditinggal di desa tersebut dan lebih banyak desa lagi yang dapat di jangkau TC ITS. misal di sekitar jawa timur kan masih banyak, atau bahkan ampe madura, kan suramadu sudah ada toh sekalian jalan – jalan refreshing gitu.:D semangat buat TC Gatheringnya…
    “jangan kau simpan ilmumu kelak tak berguna namun berikanlah ilmumu bagi yang membutuhkan agar berguna”.

  6. sangat setuju dengn adanya pemerataan pendidikan di seluruh elemen masyarakat indonesia. perlahan-lahan kemampuan seseorang khususnya di daerah pedesaan juga tidak akan kalah saing dengan di perkotaan apabila semangat individu dan pengajar yang diberikan sama rata sehingga tidak melulu kota jakarta sj yg menjadi pusat negeri indonesia. Saat ini kayaknya jakarta = indonesia, yang lainnya?? kagak adil.

    1. saya tidak setuju jika dikatakan bahwa jakarta=indonesia… karena diluar negri sana, orang lebih banyak tau bali=indonesia… dan menurut saya, kesalahan ini terletak pada SDM nya yang kurang mau untuk maju… kalau ada semangat, pasti bisa..

      1. btw, kok Mas Ongko sama Mbak Lyla malah berdebat ttg Jakarta dan Bali? hehehehe😀

        @ongko : sayangnya tidak banyak yang mau ‘keluar’ dari Jakarta untuk meratakan pendidikan. Mas Ongko berminat?😀

        @Lyla : semangat untuk maju🙂

  7. Yeee…. kok pakai MS Office? Kan mahal dan nggak terjangkau (kalau legal). Mending pakai yang openOffice dan Linux yang Free.

    Kecuali ada program khusus Microsoft buat desa-desa terpencil sih…

    *mumpung tagnya Microsoft Bloggership*

    1. Mas Dnial belum tau kalo Microsoft punya program yang dikhususkan untuk desa-desa terpencil?
      kegiatan seperti ini dan kegiatan-kegiatan sejenis bisa dijadikan proyek kerja sama dengan Microsoft🙂

  8. kapan itu ada acara kayak gini jg mbak d HMTC, dah lumayan lama seh, jd ngundang adik2 dr panti asuhan ke TC trs dikenalin ma komputer dan aplikasinya sehari- hari,.. Alhamdulillah, bersyukur sekali kita bs ngerasain semua nikmat ini🙂

  9. kak, lo yakin ikut lomba ini pake topik ini? saingan lo tulisannya keren bgt kak. teknologi yang dpake mantap gt. tapi doa ama dukungan gw cm bwt lo kak. jg lp gath qt wiken ni kak. ad tmen gw dr jkt mo gbung jg loh… wish u’ll be the winner. muahmuahmuah😀

    1. eeeh.. ni anak malah ngomel2 di sini😆
      benernya sebelum submit tulisan ini sempet mikir beberapa topik……

      misal : virtual class, blog mata kuliah, sampe ujian online.
      gue sih jelas bisa dengan gampangnya ‘pongah’ ama fasilitas di kampus gue.

      tapi, Nad… jujur de..
      lo bisa cari tulisan dengan topik itu dari mana aja kan?
      Google ato search engine lain pasti support lo
      nah kalo nasib mereka, siapa yang mo ekspose?
      kalo lo gak liat foto-foto mereka di laptop gue kapan hari ntu, lo juga ga bakal tau kan masih ada yang kurang beruntung kek mereka?😀

      thanks for your support, dear..
      gue gak lupa de ama gath-nya
      demi charity night kita
      lo bawa sebanyak-banyaknya de temen lo
      muahmuahmuah juga
      *cium*

      1. iyaiyaiya kak. gw ngerti kok. gw sbel si lo g ngajakin gw gbung acr ni. cb wktu itu gw dah kuliah d sby pasti foto gw ikutan nampang. muahmuahmuah lg kak.

        1. huwaakakakkaka….

          ajaib!!!

          setelah membaca artikel ini dengan cara tekun nan seksama
          (sebelum tau kalo rupa2nya diikutkan buat lomba)
          yang terpikir oleh saya cuma… nilai human experience-nyah itu lhooo!!

          Salut deh, Sar… buat pemilihan topiknya…
          Jadi inget jaman Praktik Kuliah Lapangan…

          …n’ how do i miss those memories a lot…🙂

          Kalo anytime butuh bantuan, boleh donk, sayah ikudan nimbrung buat ngeriwuki??
          ehheheheh….😀

        2. @Nadia, @Putri :
          boleh deee..
          yok yok kita bikin ke desa laeeeen…😀

          -lagi2- mohon maaf banget ke kalian..
          gak bisa menyuguhkan tulisan kehebatan teknologi yang lagi ‘in’ sekarang, tapi saya sukses tersihir oleh senyuman lugu anak2 desa ituuu.. yang buat mereka, mengenal MS Powerpoint saja sudah suatu kemajuan teknologi dalam menciptakan proses belajar mengajar yang lebih ‘hidup’

          pesen moral : laen kali kalian senyumnya yang lugu… kek mereka itu.. ntar aku jadiin inspirasi tulisanku de:mrgreen:
          *joget2*

  10. yah sungguh miris baca nya, jadi ingat pengalaman dulu waktu sma untuk bikin acara ke danau tamblingan di bali sana, wah boro2 mau ngidupin mbak, disana ajah penerangan lampunya masih 5 watt (tau g mbak), kalo ngambil air nya mesti harus nimba (pernah nimba g?) wow, terasa terasing dari dunia luar, coba deh mbak bayangin,….
    yah setidaknya sih acara2 seperti ini bisa kita lakuakn lagi, kpngn tau gaman sih anak2 tc berhadapan dengan orang desa yang belum pernah ngidupin laptop, apalagi liat flash… whuiihhh pasti terpesona mereka mbak,….

    makasi atas cerita ini, moga2 dikasi ijin dengan pak bambang bikin kegiatan diluar seperti ini

    1. amin
      semoga sukses untuk acara sejenis yaaa🙂

      sayangnya lagi,
      kadang justru cerita tentang pengabdian masyarakat dan kebutuhan mereka-mereka yang di pelosok itu yang kurang banyak diangkat oleh blogger
      padahal banyak sekali desa-desa lain yang tak kalah membutuhkan bantuan kita🙂

  11. smoga sukses lombanya….

    Baksos 2007 kegiatannya mirip juga, waktu itu ngundang adik2 panti asuhan ke TC untuk pelatihan pengenalan windows,word,excel,power point. Waktu itu sih adik-adik itu pada antusias, terutama pas materi word (soalnya yang bawa materi saya hehehe… ). tapi kita gak taw sepulang mereka dari pelatihan,1 hari,2 hari, 3hari, masih kah mereka ingat? berguna kah pelatihan yang hanya 1 kali atau 2 kali setahun? semoga ada program yang berkelanjutan.

    1. semoga bisa dibikin berkelanjutan ya, Dik..
      kegiatan kemarin dijadikan evaluasi untuk kegiatan yang lebih matang ke depannya
      kalo bisa malah langsung turun dan terjun ke lapangan
      kasian juga kalau mereka harus bolak-balik ke lokasi acara
      makan ongkos, capek juga🙂

  12. Timpang antara kota dan desa?
    semoga blogging competision dari microsoft ini memberikan perubahan nyata kalo boleh diharapkan signifikan untuk pemerataan penggunaan teknologi IT.

    Wish all the best Sari🙂

    salam, EKA

  13. Hm pekerjaan sosial emang bisa bikin pelakunya merasa berguna bagi orang lain. Sebenarnya negara kita ini punya banyak sukarelawan yang mau melakukan pekerjaan sosial seperti ini asalkan ada yang mau “mbandani”. kalo mbak sari mau “mbandani” aku berani deh cari sukarelawannya. Informasi yang bagus mbak buat di share, gini kan jadi ada masukan buat mahasiswa yang sekiranya abis ini “nganggur” menjalani liburan buat ngisi waktu luang.

  14. Memang begitulah wajah Indonesia kita, penuh dengan keberagaman, yang maju maju yang tertinggal tertinggal. Kalau pemerintah kita tidak bisa diandalkan untuk mengurus pemerataan sebaiknya memang kita sendiri yang turun tangan membantu saudara-saudara kita agar kita bisa mengejar ketertinggalan bersama-sama. Selamat, semoga berhasil ya Sari di Microsoft Bloggership nya. Salam jepret!

  15. terkadang, kita semua yg tinggal di kota merasa angkuh terhadap rasa peduli terhadap sesama yg khususnya berada di desa terpendil, sehingga minat utk mengabdi menjadi hilang.

    TC GOES TO VILLAGE merupakan sarana mengasah kepedulian bagi angkatan 2005 utk berbagi ilmu yg didapat selama di bangku kuliah dan diterapkan kepada masyarakat gaptek di desa terpencil.

    Ide tersebut pantas diacungi jempol !!!

  16. Mbak Sari …
    Ini menyentuh sekali …

    Ya … seperti kata mbak Sari …
    Siapa tau salah satu dari mereka akan menjadi menkominfo …
    atau yang lainnya …

    Saya yakin langkah kecil ini bisa menjadi pemicu mereka …
    untuk belajar lagi … dan belajar lagi
    seperti apapun kondisinya …

    Salam saya

  17. Salam Takzim
    Menjelang pergeseran tahun islam
    Perkenankan saya mengucapkan Selamat bermuhasabah diTahun Baru Islam 1431H
    Semoga perbuatan amal disimpan dan perbuatan dosa terhapuskan
    Salam Takzim Batavusqu

  18. Ini diikutkan dalam Micrososft Bloggership ya, keren, hasil pengalaman pribadi…sip, kebetulan saya juga ikut MB juga, semoga sukses terus…
    keren bsa langsung tampil pertama pas di google, SEO keren…

  19. salam kenal,

    wah, saya salut melihat anda dan teman-teman berada di desa itu. saya jadi bisa ikutan merasakan kebahagian yang mereka rasakan di sana. foto-fotonya sangat menyentuh sekali. semoga para penduduk desa di sana bisa ikut menularkan kebahagiaan yang mereka rasakan ke desa-desa di sekitar mereka.🙂

  20. artikel inimengingatkan saya ketika saya mengajar di MI, untuk mengenalkan komputer saya harus bawa anak-anak ke rental di kota terdekat, karena kepala sekolah belom mau menerima saran saya untuk beli komputer, semangatku untuk menhenalkan komputer pada anak-anak hjarus membawa mereka ke kjota, motorku hanya bisa bawa 2 anak, jadi harus bvergiliran beda hari, uang bensin dan jajanpun aku harus siapkan daripribadi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s