Kompetisi Website Kompas MuDA – KFC : Bangga Indonesia

Kompetisi Website Kompas Muda – KFC ini mengingatkan saya dengan kejadian yang saya alami beberapa waktu lalu.. Kejadian ‘sindiran’ tentang kebanggaan saya terhadap Indonesia..

Sejak Pak Ut tidak bekerja di rumah, terpaksa tugas ‘antar jemput’ diserahkan ke saya. Jadi tiap jam setengah 8 pagi dan jam setengah 5 sore saya pasti bisa ditemui di tempat Ayah saya bekerja. Dan kemarin sore, seperti biasa, saya sudah duduk manis di lobi. Menunggu penampakan Ayah tercinta. Dan voilaaaa… Saya pun melihat Ayah saya berjalan mendekat. Dan di sampingnya ada 2 bule!! Satu bule yang kira-kira sedikit lebih muda dari ayah saya. Sebut saja Uncle Tom. Satunya lagi anak Uncle Tom yang internship di Indonesia mulai bulan Maret, sebut saja May. Hubungannya dengan bangga Indonesia yang jadi tema Kompetisi Website Kompas MuDA- KFC? Sabaaar.. Simak saja obrolan singkat diantara May dan saya yang terjadi kemudian.
*isi perbincangan sudah saya terjemahkan demi kenyamanan pembaca sekalian. wkwkwkwk😀

May (M) : Sari, saya internship setengah tahun. Selama di sini, saya ingin sekali belajar budaya Indonesia. Saya suka sekali dengan tari Saman. Di mana kira-kira saya bisa belajar tari Saman?

Saya mulai berpikir.. Bukan berpikir di mana mencari sanggar tari, tapi berpikir tari Saman itu tari yang bagaimana.. Aduh payahnya saya…… Tapi karena tidak tahu dan malas sok tahu, akhirnya saya jawab saja dengan jawaban diplomatis.

Saya (S) : Maaf, May. Saya tidak mengetahui sanggar yang dikhususkan untuk tari Saman. Tapi kalau kamu mau, saya bisa tanyakan dulu ke teman saya. Mungkin dia mengenal seseorang yang bisa mengajarimu tari tersebut.

M : (mukanya seneng banget) Beneran? Makasih banyak yaaa…

S : (cuma senyum-senyum.. masih belum ada gambaran tentang tari saman..)

M : Oh iya, Sari.. Saya dengar di dekat sini ada sentra produksi sandal dan sepatu ya?

Sebentar.. Pause dulu. Kalau ini saya tahu. Jadi gini lo, sodara-sodara.. Di perbatasan Surabaya dan Sidoarjo memang ada daerah home industry yang memproduksi sandal dan sepatu. Daerah tersebut Wedoro.

S : Yep. Bener, May. Tapi kalau dari sini (Darmo Satelit) cukup jauh.. blablabla….

Kali ini berpikir.. bule kok suka produk lokal? apa iya ga punya uang? beli Kickers ato merek mahal pasti mampu kan? Ujung-ujungnya May minta antar ke sana. Tapi entah kapan saya bisa antar dia. Saya berasa jadi guide dadakan😀

Di perjalanan pulang, saya kemukakan kegundahan hati saya kepada Ayah tentang tari Saman tadi. Ternyataaaa.. Tari Saman itu adalah tarian daerah Aceh. Yaampuuun.. Jadi tari yang itu toh.. Saya sih (biasanya) tahu bentuk tariannya, tapi kalau untuk nama-nama tariannya saya suka lupa. Melihat ekspresi ‘ooh..’ di wajah saya, Ayah mengeluarkan komentar singkat :

Masa kalah sama bule?!!

Hmm.. Saya berpikir (lagi-lagi). Ternyata budaya Indonesia (yang saya dan mungkin juga beberapa orang lainnya tidak tahu) mendapatkan apresiasi dari orang luar seperti May. Bangga? Jelas. Malu. Iya. Karena toh nama tariannya saja saya tidak tahu. Padahal tarian tersebut sangat terkenal.

Tari Saman
ini looo.. yang namanya Tari Saman..

Lebih bangga dan malu saat mengingat May yang tertarik untuk membeli sandal/sepatu di sentra UKM. Padahaaaaal.. Hanya ada satu-dua sandal/sepatu yang saya beli di sana. Oke. Mari kita koreksi. Faktor brand sepertinya memegang peranan penting dalam hal ini. Untuk pria mungkin tidak terlalu tampak. Namun untuk saya yang notabene wanita, juga sebagian besar wanita di luar sana.. Memakai barang branded seperti memberikan kepuasan batin tersendiri. Untuk beberapa orang yang sebegitu cintanya dengan barang branded bahkan rela mengeluarkan banyak ‘receh’ untuk ke luar negeri. Untuk yang satu ini, saya tidak ikut-ikut. Saya tidak sebegitu cintanya dengan brand. Padahal, kalau mau jujur.. Barang-barang produk industri rumahan juga tak kalah bagus. Lalu, mengapa kita tidak bisa bangga dengan hasil produk Indonesia?

WTC : Wedoro Trade Center
WTC : Wedoro Trade Center

Masih ingat tentang ‘pencurian’ batik? Kalau mau tunjuk-tunjuk siapa yang salah, kita juga pasti kena tunjuk. Karena toh, sebelum dicuri.. rasa bangga itu belum ada. Memakai seragam batik saat di sekolah saja rasanya risih. Begitu batik diklaim secara resmi menjadi milik negara Indonesia, rasa cinta dan bangga itu muncul. Kebanggaan itu ditunjukkan dengan pemakaian baju batik untuk banyak acara. Batik pun semakin banyak kita perkenalkan ke luar negeri. Namun saya rasa sudah cukup cerita di masa lalu tentang ‘pencurian’ beberapa budaya Indonesia. Di masa mendatang, bangga Indonesia itu wajib ada!!

Apa yang bisa kita lakukan? Bagaimana dengan beberapa usulan iseng ini :

Tunjukkan kebanggaan memakai busana nasional atau bangga menyanyikan lagu-lagu daerah. Hal ini dapat kita lakukan saat pentas seni atau acara-acara formal lainnya. Kain ulos, kebaya, atau baju kurung pun mampu tampil cantik. Dengan begitu, semakin banyak yang akan mengenal warisan budaya Indonesia dan tidak terjadi lagi kasus ‘pencurian’ budaya.

Apa lagi?

Kita juga bisa menunjukkan kebanggaan dengan menggunakan produk buatan Indonesia. Seperti May. Mulai saja dengan lebih memilih membeli produk industri rumah tangga dibanding merek luar negeri. Harganya jelas jauh lebih murah.

Susah menemukan produk industri rumah tangga?

Bukan berarti dijadikan alasan untuk tidak bangga Indonesia. Tindakan-tindakan bangga Indonesia juga bisa kita lakukan dengan cara-cara sederhana sehari-hari. Misal dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya di upacara bendera atau di acara-acara sekolah. Pake lagu Indonesia Raya buat ringtone BB juga bisa seperti Pak Romi Satrio Wahono😀
Selain itu, jangan lupa untuk menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar dalam percakapan sehari-hari. Coba kita perhatikan. Banyak yang nilai ujian Bahasa Inggrisnya lebih bagus dibanding dengan nilai Bahasa Indonesia atau Bahasa Daerah. Banyak dari warga Indonesia yang berbahasa Inggris dengan baik, tapi berapa banyak yang mampu berbahasa Indonesia dengan baik? Untuk yang ini saya juga masih belajar.

Program bangga Indonesia ini juga sedang digalakkan oleh MuDAERS. Salah satunya dengan membuat sebuah Kompetisi Website Kompas MuDA-KFC. Yuk yuuuuk.. Bangga Indonesia!!😀

6 thoughts on “Kompetisi Website Kompas MuDA – KFC : Bangga Indonesia

  1. wah, tulisannya bagus teh,
    emang teh,a ank perempuan suka yang branded2

    tapi aku cowo’ hehe jadi ngga gt…

    oya bagus tuh ide jadiin lagu indonesia raya buat ringtone BB..
    tapi bagiku itu masalah teh..hehe, ngga punya BB, punyana hp butut.

    oya ceritanya, aku buka gugel, lalu cari kata kunci lomba wesite kompas gt, eh..yang nongol punya teteh, jadi ya mampir sekalian….

    oya teh, aku juga punya tulisan tentang kompas muda, mampir2 ya..hehe sekalian join alias follow, biar rame….

    http://jazzmuhammad.blogspot.com/2010/01/tentu-kita-masih-ingat-betul-kapan-nama.html

  2. wah,,apalagi skrang udah jamannya free trade ya mbak,, smoga produk lokal masih bisa bersaing n menjadi raja di rumahnya sendiri…

    buy indonesians…!!

    btw,,tulisanya bagus mba,,, ak link yah blog na….ataw tukeran link ajah…hueehee…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s