Pertama (dan Terakhir) ke Holycow Steak Hotel Surabaya

Disclaimer : ini review super telat yang saya tulis. Jadi tidak menjamin kondisi di TKP saat ini tetap sama/berbeda.

Oke, lanjut.

Saya senang sekali mengetahui Holycow buka cabang di luar Jakarta. Lebih senang lagi, kota yang beruntung itu Surabaya!

Jadilah suatu sore, tepat pukul 5 (open hour shift 2), saya jadi pelanggan pertama yang datang di shift itu. Saya pikir sepi, ternyata beberapa menit kemudian Holycow diserbu beberapa pengunjung. Dan bahkan sebelum saya selesai memesan, meja kanan-kiri saya sudah penuh. Sekelompok orang yang baru datang “terpaksa” menempati lantai 2. Buat saya, kesannya tempat ini hype banget dan sudah punya “nama” meskipun baru dibuka.

image
Sudut yang saya suka: pemanfaatan boks kontainer sebagai "ruang"

Saya pesan tenderloin dengan tingkat kematangan medium. Mantan pacar saya pesan yang sama. Sebagai pelengkap, saya pesan saute jamur.

Pesanan kami diproses sangat singkat! Makanan cepat datang. Jarang banget saya order steak sebegini cepatnya. Kesan pertama: tempting!

image

Dibandingkan resto lain yang side dish-nya memakai wortel dan buncis, Holycow melengkapi steak-nya dengan gaya Indonesia. Pakai tumis bayam dan tomat ceri.

Dengan semangat ’45, saya langsung mengiris daging tebal di hadapan saya. Tapi,,, langsung kecewa karena dagingnya cenderung mentah! Saya intip piring mantan pacar, dagingnya juicy dengan kematangan yang pas. Kesal? Jelas. Tapi karena sedang tidak ingin merusak mood, saya lanjutkan ke irisan berikutnya. Ternyata, justru semakin mau habis, kematangan dagingnya berubah! Makin akhir dagingnya makin cenderung medium. Keren, deh! Satu daging dengan gradasi kematangan. Chef-nya “keren” banget bisa masak gitu. *meh*

Tentang saute jamur, saya suka. Bawang putih, asin, dan jamurnya pas. Ini relatif, karena tidak semua orang suka jamur.

Bagian okenya, Holycow juga punya menu untuk “si kecil” dengan porsi mini tentunya.

image

Secara keseluruhan, imho, ada banyak tempat “karnivor” lain yang lebih oke dari Holycow di Surabaya. Saya pribadi yang sebelumnya berencana menjadi fans fanatik Holycow (terpengaruh hype di Jakarta dulu), jadi pikir-pikir 2 kali sebelum melampiaskan ke-karnivora-an saya ke tempat ini lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s